MenurutSobir dan Syukur (2015), epistatis resesif ganda (duplikat resesif) adalah fenotipe yang sama dihasilkan oleh kedua genotipe homozigot resesif. Dua gen resesif berifat epistatik terhadap alele dominan dengan kata lain perlu interaksi komplementasi antara gen dominan tertentu dengan gen dominan lainnya.
Definisi Gen Gen adalah suatu unit fungsional dasar hereditas yang merupakan titik focal dalam ilmu genetika modern. Pada semua cabang-cabang ilmu genetika, gen merupakan benang merah yang mempersatukan keberagaman dalam pelaksanaan percobaan. Para ahli ilmu genetika memiliki perhatian yang sangat besar terhadap transmisi gen dari generasi ke generasi, struktur fisik gen, variasi dalam gen, dan terhadap cara bagaimana gen menurunkan sifat-sifat dari sebuah chapter ini akan dirunut bagaimana konsep gen muncul. Kita dapat melihat bahwa genetika adalah suatu ilmu yang abstrak dimana umumnya dimulai dari rangkaian hipotesis dalam pikiran para ahli genetika dan kemudian diidentifikasi dalam bentuk fisik. Konsep gen bukan kata ’gen’nya pertama kali diperkenalkan pada tahun 1865 oleh Gregor Mendel. Setelah itu, tidak banyak kemajuan dalam memahami hereditas yang telah dilakukan. Gagasan yang sedang berlaku pada saat itu adalah sperma dan sel telur mengandung sebuah sampling/cuplikan intisari dari berbagai bagian pada tubuh induk; sehingga pada proses pembuahan, intisari ini bercampur entah bagaimana untuk membentuk sifat individu baru yang dihasilkan. Ide ini yang disebut ” blending inheritance” keturunan campuran disusun untuk menjelaskan fakta bahwa hasil keturunan biasanya menunjukkan beberapa sifat yang sama dengan kedua induknya. Namun, ada beberapa masalah yang dihasilkan dari ide ini, satu diantaranya adalah hasil keturunan tidak selalu merupakan campuran antara sifat kedua induknya. Usaha untuk mengembangkan dan meningkatkan teori ini tidak mengarahkan pada pengertian yang lebih baik tentang hereditas. Kemudian sebagai hasil dari penelitiannya terhadap tanaman kacang polong, Mendel mengajukan teori alternatif yaitu ”particulate inheritance” inheritan partikulat. Menurut teori Mendel, karakter-karakter ditentukan oleh unit-unit yang mempunyai ciri tersendiri yang diturunkan secara utuh ke generasi berikutnya. Baca Juga Sistem Saraf Pada Manusia Genetika Genetika dalam hal ini menjadi salah satu bagian penting dalam kajian ilmu biologi yang memunculkan istilah fenotipe dan genotipe. Genetika sendiri merupakan cabang dari ilmu Biologi yang mempelajari mengenai pewarisan sifat pada organisme maupun sub-organisme seperti virus dan prion, yang secara singkat dapat juga dikatakan bahwa genetika ialah ilmu tentang gen dan segala aspeknya. Yang dalam kaitannya dengan genetika, DNA memiliki peran/kontribusi yang amat penting, DNA ialah bahan genetika mendasar yang mengontrol sifat-sifat makhluk hidup dalam bentuk polipeptida, meskipun tidak saluruhnya ialah protein “biasanya berupa RNA”. Konsep Genetika Pada Periode Pra Mendel Walaupun orang biasanya menetapkan genetika dimulai dengan ditemukannya kembali naskah artikel yang ditulis Gregor Mendel pada tahun 1900, sebetulnya genetika sebagai “ilmu pewarisan” atau “hereditas” sudah dikenal sejak masa pra sejarah, seperti domestikasi dan pengembangan berbagai ras ternak dan kultivar tanaman. Orang-orang juga sudah mengenal efek persilangan dan perkawinan sekerabat serta membuat sejumlah prosedur dan peraturan mengenai hal tersebut sejak sebelum genetika berdiri sebagai ilmu yang mandiri. Yang silsilah tentang penyakit pada keluarga juga sudah dikaji orang sebelum itu, namun pengetahuan praktis ini tidak memberikan penjelasan penyebab dari gejala-gejala itu. Untuk teori populer mengenai pewarisan yang dianut pada masa itu ialah “teori pewarisan campur” di mana seseorang mewariskan campuran rata dari sifat-sifat yang dibawa orang tuanya, terutama dari pihak ayah yang dalam hal ini karena membawa sperma. Dalam hasil penelitian Mendel telah menunjukkan bahwa teori ini tidak berlaku karena sifat-sifat dibawa dalam kombinasi yang dibawa alel-alel khas, bukannya campuran rata. Pendapat terkait lainnya ialah “teori lamrack”, yang dimana sifat yang diperoleh orang tua dalam hidupnya diwariskan kepada anaknya. Namun, teori ini juga patah dengan penjelasan Mendel bahwa sifat yang dibawa oleh gen tidak dipengaruhi pengalaman individu yang mewariskan sifat itu. Baca Juga Hewan Adalah Pada masa pra Mendel, orang belum mengenal gen dan kromosom, meskipun DNA sudah diekstraksi namun pada abad ke-19 belum diketahui fungsinya. Saat itu orang masih beranggapan bahwa sifat diwariskan lewat sperma, dan pihak ibu tidak menyumbang apa pun terhadap sifat anaknya. Pengertian Fenotipe Dan Genotipe Dalam peletakan dasar ilmiah yang melalui percobaan sistematik baru dilakukan pada paruh akhir abad ke-19 oleh Gregor Johann Mendel. Mendel dinobatkan sebagai “pencetus genetika”, setelah karyanya “versuche iiber Pflanzenhybriden” Percobaan mengenai persilangan Tanaman dipublikasikan berkisar tahun 1866. Dari karya ini, orang mulai mengenal konsep gen yang merupakan pembawa sifat. Alel ialah ekspresi alternatif dari gen dalam kaitan dengan suatu sifat. Yang setiap individu selalu memiliki sepasang alel yang berkaitan dengan suatu sifat yang khas, yang masing-masing berasal dari orang tuanya. Alel ini berkaitan dengan fenotipe dan genotipe, jadi keduanya memiliki pengertian sebagai berikut ini. Fenotipe adalah suatu karakteristik, baik struktural, biokimiawi, fisiologis dan perilaku yang dapat diamati dari suatu organisme yang diatur oleh genotipe dan lingkungan serta interaksi keduanya. Pengertian ini mencakup berbagai tingkat dalam ekspresi gen dari suatu organisme yang dapat dilihat/diamati/diukur, seperti warna mata, berat badan atau ketahanan terhadap suatu penyakit tertentu. Baca Juga Adaptasi Makhluk Hidup Pengertian Genotip Genotipe merupakan istilah yang dipakai untuk menyatakan keadaan genetik dari suatu individu atau sekumpulan individu populasi yang merujuk pada keadaan genetik suatu lokus maupun keseluruhan bahan genetik yang dibawa oleh kromosom “genom”. Genotipe dapat berupa sebagai berikut Homozigot ialah apabila suatu individu memiliki pasangan alel yang sama. Heterozigot ialah apabila suatu individu memiliki pasangan alel yang berbeda. Genotipe terkait dengan sifat yang teramati, yang sementara itu sifat yang terkait dengan suatu genotipe disebut dengan fenotipe. Jadi antara genotipe dan fenotipe memiliki hubungan yang sangat erat dan tidak dapat dipisahkan. Genotip Dan Fenotip Dalam PEwarisan Sifat atau persilangan, terdapat prinsip yang harus kita ingat, yaitu Gen yang berperan dalam pengaturan dan penentuan sifat diberi simbol huruf. Gen yang bersifat dominan dinyatakan dengan huruf kapital, misalnya gen yang menentukan sifat batang yang tinggi ditulis dengan huruf “T” berasal dari kata tinggi. Gen yang bersifat resesif dinyatakan dengan huruf kecil, misalnya gen yang menentukan sifat batang yang pendek ditulis dengan huruf “t”. Jadi, dapat diartikan bahwa batang tinggi dominan terhadap batang pendek, dan sebaliknya batang pendek resesif terhadap batang tinggi. Pada manusia dan hewan vertebrata, penyatuan sperma dan ovum yang masing-masing bersifat haploid n akan membentuk zigot. Zigot tumbuh dan berkembang menjadi individu yang bersifat diploid 2n, sehingga individu yang memiliki sifat tersebut dinyatakan dengan dua huruf. Contoh TT Simbol untuk tumbuhan berbatang tinggi, gamet yang dibentuk T dan T. tt Simbol untuk tumbuhan berbatang pendek, gamet yang dibentuk t dan t. MM Simbol untuk tumbuhan berbunga merah, gamet yang dibentuk M dan M. mm Simbol untuk tumbuhan berbunga putih, gamet yang dibentuk m dan m. Mm Simbol untuk tumbuhan yang berbunga merah muda, gamet yang dibentuk M dan m. Susunan gen yang menentukan sifat suatu individu disebut genotip tidak dapat dilihat dengan mata. Genotip suatu individu diberi simbol dengan huruf dobel, karena individu itu umumnya diploid, misalnya MM, Mm dan mm. Genotip memiliki sepasang gen. Gen-gen tersebut terletak pada lokus yang bersesuaian dari kromosom yang homolog. Sepasang gen yang terletak pada posisi yang sama pada pasangan kromosom disebut alel. Baca JugaPenjelasan Letak Serta Fungsi Gen Pada Suatu Organisme Lengkap Jadi, alel merupakan anggota dari sepasang gen misalnya M = gen untuk warna bunga merah, m = gen untuk warna bunga putih, T = gen untuk tanaman tinggi, dan t = gen untuk tanaman rendah. M dan m merupakan alel tetapi M dan t bukan alel. Sifat suatu individu yang genotipnya terdiri dari gen-gen yang sama dari tiap jenis gen disebut homozigot, misalnya RR, rr, TT, AABB, aabb dan sebagainya. Homozigot dominan terjadi bila individu bergenotip RR, AA, TT; sedangkan homozigot resesif bila individu bergenotip rr, aa, tt dan sebagainya . Sifat suatu individu yang genotipnya terdiri dari gen-gen yang berlainan dari tiap jenis gen disebut heterozigot, misalnya Rr, Aa, Tt, AaBb dan sebagainya. Karakter atau sifat lahiriah yang dapat diamati bentuk, warna, golongan darah, dan sebagainya disebut fenotip. Fenotip ditentukan oleh gen dan lingkungan. Fenotip tidak diberi simbol tetapi ditulis sesuai dengan penampakan seperti rasa buah yang manis, rambut lurus, warna bunga biru dan sebagainya. Tanaman yang berbiji bulat fenotipnya ditulis biji bulat dan genotipnya ditulis BB atau Bb bila B dominan terhadap b. Dua individu yang memiliki sifat fenotip ynag sama mungkin memiliki sifat genotip yang berbeda misalnya dua individu tanaman yang memiliki fenotip sama seperti berbiji bulat, memiliki kemungkinan genotip ialah BB atau Bb. Gen B bersifat dominan sehingga gen B tersebut mengalahkan atau menutupi gen b yang bersifat resesif. Oleh karena itu tanaman dengan BB atau Bb memiliki fenotip berbiji bulat. Sifat Dominan, Resesif Dan Intermediet Pada suatu persilangan, maka keturunan Filial yang dihasilkan akan memiliki sifat yang muncul atau sifat yang tidak muncul tersembunyi dari salah satu sifat induknya. Sifat yang muncul pada keturunan dari salah satu induk dengan mengalahkan sifat pasangannya disebut sifat dominan. Sebaliknya sifat yang tidak muncul atau tersembunyi pada keturunanya karena dikalahkan oleh sifat pasangannya disebut sifat resesif. Misalnya bunga mawar merah disilangkan dengan bunga mawar putih, dan menghasilkan keturunan bunga mawar merah. Baca Juga Penjelasan Proses Pembentukan Sel Sperma Dan Sel Telur Induk/ Parental Bunga mawar Merah >< Ikan Koi putih Keturunan/ Filial 1 Ikan Koi merah muda Hukum Mendel Dari hipotesis tersebut, Mendel membuat suatu kesimpulan yang disebut Hukum I Mendel dan Hukum II Mendel. Kedua hukum Mendel tersebut merupakan prinsip dasar dari genetika. Berikut ini adalah penjelasan dari hukum Mendel tersebut Hukum I Mendel Hukum segregasi atau hukum pemisahan alel-alel dari suatu gen yang berpasangan.Pada pembentukkan sel kelamin gamet, pasangan-pasangan alel memisah secara bebas. Hukum ini berlaku untuk persilangan dengan satu sifat beda monohibrid. Hukum II Mendel Hukum pengelompokkan gen secara bebas atau asortasi.Pada pembentukkan sel kelamin gamet, alel mengadakan kombinasi secara bebas sehingga sifat yang muncul dalam keturunannya beraneka ragam. Hukum ini berlaku untuk persilangan dengan dua sifat beda dihibrid atau lebih polihibrid. Baca Juga Penjelasan Spermatogenesis Dan Oogenesis Beserta Perbedaannya Persilangan Dua Individu dengan Satu Sifat Beda Monohibrid Persilangan dua individu dengan satu sifat beda akan menurunkan sifat dominan apabila sifat keturunannya sama dengan salah satu induknya. Contoh Mendel mengambil serbuk sari dari bunga tanaman yang bijinya berlekuk berkerut dan diserbukkan pada putik dari bunga tanaman yang bijinya bulat. Semua keturunan F1 berbentuk tanaman yang bijinya bulat. Kemudian tanaman F1 dibiarkan mengadakan penyerbukan sendiri sehingga didapatkan keturunan F2 yang memperlihatkan perbandingan fenotip 3 biji bulat 1 biji berleku. Sifat Intermediet Siat intermediet adalah sifat keturunan yang dimiliki oleh kedua induknya. Contohnya adalah tanaman bunga pukul empat Mirabilis jalapa galur murni merah MM disilangkan dengan galur murni putih mm. Dari persilangan tersebut diperoleh hasil F1 yang semuanya berbunga merah muda. Jika F1 di lakukan penyerbukan dengan sesamanya, maka F2 menghasilkan tanaman berbunga merah, merah muda, dan putih dengan perbandingan 1 2 1. Persilangan Dua Individu dengan Dua Sifat Beda Dihibrid Dihibrid adalah persilangan dua individu dengan dua sifat beda atau lebih yang menghasilkan keturunan dengan perbandingan fenotip dan genotip tertentu. Pada percobaannya, Mendel melakukan persilangan kacang ercis galur murni yang memiliki biji bulat warna kuning dengan galur murni yang memiliki biji keriput warna hijau. Sifat bulat dan kuning dominan terhadap sifat keriput dan hijau, sehingga menghasilkan seluruh F1 berupa kacang ercis berbiji bulat dengan warna biji kuning. Biji-biji F1 tersebut kemuadian ditanam kembali dan dilakukan penyerbukan antara sesamanya untuk mendapatkan F2. Persilangan tersebut merupakan persilangan dua individu dengan dua sifat beda, ialah bentuk biji dan warna biji. Keturunan pada F2 adalah sebagai berikut B bulat, dominan terhadap keriput b keriput K kuning, dominan terhadap hijau k hijau Persilangan Dua Individu dengan Tiga Sifat Beda Trihibrid Trihibrid adalah persilangan dua individu dengan tiga sifat beda atau lebih yang menghasilkan keturunan dengan perbandingan fenotip dan genotip tertentu. Pada percobaannya, Mendel melakukan persilangan kacang ercis dengan tiga sifat beda, ialah batang tinggi, biji bulat, dan biji warna kuning dengan kacang ercis berbatang pendek, biji keriput, dan biji warna hijau. Baca Juga Rangkuman Materi Genetika Dalam Biologi Sifat tinggi, bulat, dan kuning dominan terhadap pendek, keriput, dan hijau, maka seluruh F1 berupa kacang ercis yang berbatang tinggi, berbiji bulat, dan berwarna kuning. Keturunan F1 dapat dilihat pada bagan persilangan trihibrid Biji-biji F1 tersebut kemudian ditanam kembali dan dilakukan penyerbukan antara sesamanya untuk mendapatkan F2. Persilangan tersebut merupakan persilangan dua individu dengan tiga sifat beda, ialah ukuran batang, bentuk biji dan warna biji. Keturunan pada F2 adalah sebagai berikut T tinggi, dominan terhadap pendek t pendek B bulat, dominan terhadap keriput b keriput K kuning, dominan terhadap hijau k hijau Demikianlah pembahasan mengenai Fenotip Adalah – Pengertian, Genotipe, Perbedaan, Alel, Contoh semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan anda semua, terima kasih banyak atas kunjungannya. 🙂 🙂 🙂
Dengandemikian, apa saja jenis genotipe? Ada tiga jenis genotipe: homozigot dominan, homozigot resesif, dan heterozigot.. Kedua, apa genotipe darah O negatif? Golongan darah O adalah genotipe resesif. Untuk memiliki jenis grup O darah Anda harus O, O genotipe. Faktor Rh adalah gen dominan yang ditunjuk sebagai R. untuk menjadi Rh negatif, Anda harus kekurangan gen R, yang akan saya tunjuk
Definisi dalam biologi. Kebanyakan eukariota adalah organisme diploid, yaitu, mereka memiliki dua set setiap kromosom. Setiap alel gen menempati lokus posisi yang sama pada sepasang kromosom yang disebut pasangan kromosom homolog. Mereka disebut homolog karena strukturnya yang mirip, dan karena mereka mengkodekan gen yang sama. Hal ini berlaku untuk semua kromosom kecuali kromosom seks pada laki-laki karena kromosom Y secara struktural berbeda dari kromosom X dan juga tidak memiliki gen yang sama dengan kromosom X. Oleh karena itu, laki-laki hanya membawa satu set alel untuk gen yang terletak pada kromosom seks. Perubahan alel menghasilkan ekspresi fenotipik yang berbeda dari produk gen. Kesamaan atau ketidakmiripan alel ini menentukan zigositas gen tertentu, yaitu apakah gen tersebut heterozigot atau homozigot . Konsep zigositas didasarkan pada hukum pewarisan genetik Gregor Mendel. Memahami homozigositas Ketika kedua lokus gen, pada kromosom homolog, memiliki alel identik, organisme dikatakan homozigot untuk gen tertentu, dan dapat juga disebut homozigot untuk gen yang bersangkutan. Organisme ras murni selalu homozigot untuk sifat-sifat yang diinginkan. Juga dalam eksperimen genetik, organisme dengan zigositas yang tidak diketahui disilangkan dengan organisme dari spesies yang sama yang homozigot untuk sifat itu. Crossover deterministik seperti itu disebut crossmatch. Menurut pola pewarisan gen, homozigositas juga menunjukkan alel dominan dan resesif. Dalam kasus dominan homozigot, organisme memiliki dua salinan kedua alel dari alel dominan. Jika alel dominan untuk suatu gen diwakili oleh Q’, dan alel resesif diwakili oleh q’, suatu organisme homozigot untuk gen tersebut akan memiliki genotipe QQ’. Misalnya, dalam kasus warna mata manusia, alel untuk warna coklat B lebih dominan daripada alel untuk warna biru b. Oleh karena itu, individu yang homozigot dominan untuk warna mata, akan memiliki mata coklat dengan genotipe “BB”. Demikian pula, dalam kasus resesif homozigot, organisme memiliki dua salinan alel resesif, dan genotipenya adalah “qq” untuk gen tertentu. Misalnya, dalam kasus kelainan darah resesif hemofilia h, kondisi ini hanya terjadi bila individu tersebut homozigot resesif; oleh karena itu, individu yang terkena akan memiliki genotipe “hh”. Memahami heterozigositas Ketika kedua lokus gen, pada kromosom homolog, memiliki alel yang berbeda dan berbeda, organisme dikatakan heterozigot untuk gen tertentu, dan dapat juga disebut sebagai heterozigot. Karena kedua alel berbeda, organisme akan memiliki alel resesif dan dominan; oleh karena itu genotipenya adalah “Qq”. Karena individu memiliki kedua bentuk alel, fenotipe yang dihasilkan tidak didasarkan pada domain sederhana, tetapi sedikit lebih kompleks. Dalam kasus sifat tertentu yang mengikuti dominasi tunggal, fenotipe yang ditampilkan adalah fenotipe dominan meskipun alel bersifat heterozigot alel dominan mengesampingkan alel resesif. Keadaan zigositas ini juga menunjukkan bentuk dominasi yang lebih kompleks, termasuk dominasi kodominasi dan dominasi tidak lengkap. Dalam kasus co-dominasi, sifat fenotipik dari kedua alel dapat diamati pada individu, misalnya, golongan darah manusia, dan dalam kasus dominasi tidak lengkap, keadaan heterozigot menunjukkan fenotipe yang menengah antara yang ditunjukkan oleh homozigot. fenotip dominan dan homozigot-resesif. Misalnya, tanaman jam 4 menghasilkan bunga merah muda di bawah kondisi heterozigot yang merupakan perantara antara bunga merah dari keadaan homozigot dominan dan bunga putih dari keadaan resesif homozigot. Contoh pada manusia Konsep zigositas ini paling baik dijelaskan melalui contoh golongan darah manusia. Gen yang menentukan golongan darah manusia menunjukkan adanya tiga alel, yaitu A, B dan O, dimana alel A dan B dominan dan alel O resesif. Oleh karena itu, genotipe homozigot adalah AA, OO, BB. Dari jumlah tersebut, AA dan BB adalah homozigot dominan, menunjukkan golongan darah A dan B masing-masing; sedangkan OO adalah resesif homozigot dan menunjukkan golongan darah O. Genotipe heterozigot yang mungkin adalah AO, BO, dan AB. Dalam hal ini, AO dan BO mengikuti domain sederhana, dan karena itu menunjukkan golongan darah A dan B, masing-masing. Dalam kasus AB, genotipenya heterozigot, dan karena kedua alel dominan, pola pewarisan ko-dominan diamati menghasilkan golongan darah AB. Istilah heterozigot dan homozigot hanya berlaku dalam kasus pewarisan genetik alel gen dan oleh karena itu tidak dapat digunakan sebagai istilah luas untuk menggambarkan seluruh genom organisme individu. Ini akan sangat tidak tepat karena setiap gen memiliki jumlah alel yang berbeda, dan alel ini mengikuti pola pewarisan yang berbeda. Perbedaan utama Individu homozigot Itu murni untuk satu sifat dan mereproduksi benar, yaitu, memunculkan individu homozigot yang serupa. Kedua alel karakter serupa, misalnya, TT. tt. Individu homozigot dapat membawa alel dominan atau resesif, tetapi tidak keduanya. Ini menghasilkan jenis gamet. Tidak menunjukkan kekuatan ekstra. Individu heterozigot Individu heterozigot jarang murni dan menghasilkan keturunan dengan genotipe yang berbeda, misalnya TT. Tt dan tt dalam pembuahan sendiri individu Tt. Membawa alel yang berbeda, mis. Tt. Individu heterozigot memiliki alel dominan dan resesif. Ini menghasilkan dua jenis gamet. Individu dapat menunjukkan kekuatan tambahan yang disebut kekuatan hibrida atau heterosis.
V Alvi Hidayatulloh. PENYAKIT HEREDITER fPENURUNAN SIFAT MENDEL Genetika: Ilmu yang mempelajari mengenai penyebaran, ekspresi dan evolusi gen, molekul yang mengontrol fungsi, perkembangan dan terakhir rupa individu "Mendelism: the basic principles of inheritance" fPENURUNAN SIFAT MENDEL Mendel mengajukan 4 postulat : 1.
Homozigot adalah salah satu istilah yang dapat Anda temukan saat berbicara tentang genetik. Sebagian alel adalah dominan dan sebagian alel bersifat resesif. Pada individu homozigot, gen memiliki dua alel identik yang sama-sama dominan atau dua alel identik yang sama-sama resesif. Apa itu homozigot? Homozigot adalah pewarisan versi penanda genomik alel yang sama dari kedua orang tua biologis. Seorang individu yang homozigot akan memiliki dua versi identik dari penanda tersebut, sehingga alel gen yang diwarisi memiliki sifat yang sama. Untuk lebih memahaminya mari kita ulas mengenai DNA terlebih dahulu. Di dalam sel terdapat rantai DNA yang sangat panjang dan diperoleh sebagai warisan dari orang tua. DNA tersebut terikat menjadi 23 pasang kromosom yang berbeda. Setiap DNA memiliki serangkaian komponen individu yang disebut nukleotida, yang terdiri dari Adenin A, Guanin G, Sitosin C dan Timin T. Sel akan membuat protein dengan membaca urutan nukleotida yang ditemukan di dalam DNA menggunakan semacam sistem translasi untuk membangun gen, yaitu protein spesifik yang memiliki struktur dan fungsi tertentu. Kode genetik manusia sangat mirip, namun pada gen tertentu terdapat beberapa variasi dalam urutan nukleotida. Misalnya, satu variasi gen mungkin dimulai dengan urutan ATTGCT, dan variasi lain dimulai dengan ACTGCT. Variasi gen yang berbeda ini disebut dengan alel. Ini dapat menyebabkan perbedaan kecil dalam protein yang bisa membuatnya bekerja sedikit berbeda. Orang yang homozigot adalah individu yang memiliki dua versi gen identik yang diwarisi dari masing-masing orang tua. Misalnya Warna kulit dapat diwakili dengan penanda genom “S” untuk variasi gen yang dimulai dengan ACTGCT atau genom “s” untuk variasi gen yang dimulai dengan ATTGCT. Individu homozigot akan memiliki penanda genom “SS” atau “ss” dimana kedua gen yang diwarisi dari orang tua sama-sama dimulai dengan urutan ACTGCT atau sama-sama dimulai dengan urutan ATTGCT. Perbedaan heterozigot dan homozigot Perbedaan homozigot dan heterozigot terletak pada variasi alel yang dimiliki seseorang. Pada orang heterozigot terdapat dua alel yang berbeda, sedangkan pada orang homozigot hanya satu. Pada genotip heterozigot, sifat yang diekspresikan atau dimunculkan berasal dari alel dominan yang mengalahkan alel resesif. Misalnya pada genotip heterozigot “Ss” maka sifat yang diekspresikan hanya dari variasi gen “S” saja, tetapi Anda masih pembawa alel “s” yang mungkin baru muncul pada keturunan Anda nanti. Sementara itu pada genotip homozigot yang kedua sifat alelnya identik, maka keduanya sama-sama akan ekspresikan atau dimunculkan. Pada alel dominan “SS” atau alel resesif “ss”, keduanya sama-sama akan dimunculkan. Baca Juga Seputar Pewarisan Sifat dari Orang Tua ke Anak Contoh homozigot adalah sebagai berikut 1. Warna mata Melihat warna mata pada anak bisa menjadi salah satu contoh nyata untuk mengenali homozigot. Anda dapat memiliki mata cokelat karena mewarisi alel mata cokelat dari kedua orang tua yang sama-sama memiliki alel mata cokelat dominan CC atau dua alel mata cokelat resesif cc. 2. Bintik kulit Bintik-bintik atau freckles dikontrol oleh gen MC1R yang bersifat dominan. Jika kedua orang tua atau salah satu di antara mereka memiliki freckles, tetapi Anda tidak memilikinya, maka Anda adalah individu homozigot pewaris versi resesif ff yang tidak memiliki freckles. 3. Warna rambut Rambu merah r bersifat resesif, sementara rambut cokelat R bersifat dominan. Jika kedua orang tua Anda memiliki rambut coklat namun membawa gen rambut merah Rr, maka sebagai individu homozigot, Anda mungkin memiliki Rambut coklat dengan dua alel rambut coklat yang dominan RR Rambut merah dengan dua alel rambut merah yang resesif rr Jika Anda individu heterozigot, maka Anda akan memiliki rambut coklat dengan alel “Rr” seperti orang tua Anda. Penyakit gen homozigot Alel yang bermutasi dapat menyebabkan beberapa penyakit pada individu homozigot yang mengalami mutasi gen. Kondisi genetik yang mungkin memengaruhi orang-orang yang homozigot adalah 1. Cystic fibrosis Jika Anda memiliki dua salinan gen cystic fibrosis transmembrane conductance regulator CFTR yang bermutasi, maka Anda akan memiliki penyakit cystic fibrosis. Kondisi ini menyebabkan penumpukan lendir kental dan lengket di tubuh dan menyebabkan penyakit seperti infeksi paru-paru, kerusakan pankreas, masalah pencernaan serta jaringan parut dan kista di paru-paru. 2. Anemia sel sabit Anemia sel sabit disebabkan karena adanya dua salinan mutasi dari gen hemoglobin subunit beta HBB yang berfungsi membantu menghasilkan beta-globin. Alel yang bermutasi membuat beta-globin abnormal dan menyebabkan produksi sel darah merah berkurang dan suplai darah yang buruk ke seluruh tubuh. 3. Fenilketonuria Fenilketonuria PKU terjadi ketika seseorang memiliki dua salinan untuk alel mutasi gen fenilalanin hidroksilase PAH. Penderita PKU mengalami penumpukan enzim fenilalanin yang berfungsi memecah asam amino. Jika seseorang dengan PKU tidak membatasi asupan fenilalanin, maka mereka dapat mengalami Ruam kulit Gangguan saraf Bau apek pada napas, kulit, atau urin Hiperaktif Gangguan jiwa Individu yang memiliki sifat resesif seperti mata biru, rambut merah, atau golongan darah 0, dipastikan merupakan homozigot untuk gen tersebut. Hal ini dikarenakan pada gen individu tidak terdapat alel dominan yang dapat menutupi sifat alel resesif. Sehingga sifat alel resesif akan diekspresikan sepenuhnya. Baca JugaEpigenetik Cara Kerja, Perubahan, dan Kaitannya dengan KesehatanIngin Tes DNA Anak? Kenali Fungsi dan ProsedurnyaMengenal Trisomi 13, Kelainan Genetik yang Mengancam Nyawa Bayi Jika Anda masih memiliki pertanyaan seputar kondisi genetik dan hubungannya dengan kesehatan, konsultasikan langsung dengan dokter di aplikasi kesehatan SehatQ. Unduh gratis di App Store dan Google Play.
Dominasiyang tidak lengkap adalah jenis warisan di mana satu alel untuk suatu sifat tertentu tidak sepenuhnya dominan atas alel lain. Hal ini menghasilkan fenotipe gabungan (disajikan sifat fisik). Misalnya, jika Anda penyerbukan silang tanaman Snapdragon merah dan putih, alel dominan yang menghasilkan warna merah tidak sepenuhnya dominan atas
genotipe yg tak nemiliki pasangan alel homozigot resesif yaitugenotipe yg tak memiliki pasangan alel homozigot resesif adalahapa genotipe yg tak mempunyai pasangan alel homozigot resesif?pasangan genotipe homozigot resesif berikut yg benar ialah…Pasangan genotipe homozigot resesif berikut yg benar yakni…… heterozigot mungkin balasan nya.. maaf klau salah genotipe yg tak memiliki pasangan alel homozigot resesif adalah BBHHHurufnya besar semua ^﹏^ apa genotipe yg tak mempunyai pasangan alel homozigot resesif? bbhhkok gx salah ya pasangan genotipe homozigot resesif berikut yg benar ialah… Misalkan karakter MM alasannya adalah genotipe homozigot mempunyai huruf aksara yg besar.. MAAF KALO SALAH Pasangan genotipe homozigot resesif berikut yg benar yakni…… Soal Pasangan genotipe homozigot resesif berikut yg benar adalah…… Jawaban dgn penjelasan mm Homozogot resesif, ialah genotip yg tak secara umum dikuasai, umumnya dipakai aksara kecil utk melambangkannya MM = homozigot Dominan mm = Homozigot resesif Mm = Heterozigot Bukanmaen
Jadi urutannya adalah penggandaan gen, pembelahan 3.Terminologi Persilangan A, Genotipe adalah sifat makhluk hidup yang tidak tampak sehingga tidak bisa diamati dengan indera. Sifat ini biasanya disimbolkan dengan sepasang huruf, misalnya gen rambut lurus disimbolkan dengan LL, gen warna merah disimbolkan dengan MM, gen buah bulat disimbolkan
100% found this document useful 1 vote3K views2 pagesCopyright© © All Rights ReservedAvailable FormatsDOCX, PDF, TXT or read online from ScribdShare this documentDid you find this document useful?100% found this document useful 1 vote3K views2 pagesGenotipe Yang Tidak Memiliki Pasangan Alel Homozigot Resesif AdalahJump to Page You are on page 1of 2 You're Reading a Free Preview Page 2 is not shown in this preview. Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel anytime.
1 Genotipe yang tidak memiliki pasangan alel homozigot resesif adalah a. BBHH b. BBhh c. bbHH d. bbhh 2. individu yang mempunyai genotipe heterozigot adalah a. MM b. tt c. Mt d. Mm 3. Individu yang mempunyai genotipe homozigot dominan adalah a. RR b. Aa c. ar d. aa 4. gamet yang dihasilkan oleh Individu yang mempunyai genotipe AAbb
Alel anggota pasangan gen yang mempunyai sifat alternatif sesamanya. Gen-gen ini terletak pada lokus yang bersesuaian dari suatu kromosom yang homolog. Homozigot: pasangan alel dengan gen yang sama, keduanya gen dominan atau resesif. Heterozigot: pasangan alel dengan gen yang tidak sama, yang satu gen dominan dan lainnya gen resesif.
Genotipeyg tidak memiliki pasangan alel homozigot resesif adalah.. a. BBHH b. BBhh c. bbHH d. bbhh Gamet yg dihasilkan oleh individu yg mempunyai genotip AAbb adalah a. Ab b. AA aB Macam gamet yg terbentuk dari individu yg mempunyai genotipe AABb adalah.. a. AB dan Ab b. AA dan Bb c. Aa dan Bb d. AB dan ab Answer
Genotip yang memiliki pasangan alel sama, misalnya BB atau bb, merupakan pasangan alel yang homozigot. Individu dengan genotip BB disebut homozigot dominan, sedangkan individu dengan genotip bb disebut homozigot resesif .Untuk genotipe yang memiliki pasangan alel berbeda misal Bb, merupakan pasangan alel yang heterozigot.
PEMBAHASAN Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur yang Kami hendak mengujinya (dengan perintah dan larangan), karena itu Kami jadikan dia mendengar dan melihat. (QS AL-INSAN ayat :2) A. Pengertian Pewarisan Sifat. Hereditas adalah penurunan sifat dari induk kepada keturunannya.
Genotipyangmemiliki pasangan alela sama, misalnya BB atau bb, merupakan pasangan alela yanghomozigot. Individu dengan genotip BB disebut homozigot dominan, sedangkan individu dengan genotip bb disebut homozigot resesif .Untuk genotipe yang memiliki pasangan alela berbeda misal Bb, merupakan pasangan alela yang heterozigot.
SZABM. 9v04mtm631.pages.dev/9109v04mtm631.pages.dev/8669v04mtm631.pages.dev/1089v04mtm631.pages.dev/3099v04mtm631.pages.dev/4879v04mtm631.pages.dev/7399v04mtm631.pages.dev/2319v04mtm631.pages.dev/87
genotipe yang tidak memiliki pasangan alel homozigot resesif adalah