Istilah "tidak ada daun yang jatuh tanpa izin Allah" merupakan bentuk pengingat bagi umat muslim untuk selalu mengingatkan bahwa segala sesuatu yang terjadi dalam hidup ini adalah hasil dari kehendak Allah SWT.
Tiada dapat memberi syafaat di sisi Allah tanpa izin-Nya. Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya.
Termasuk daun yang gugur sekalipun semuanya atas izin Allah. (QS. Al-An'am : 59). Termasuk keberadaan kita di dunia saat ini, bagaimana keadaan kita semuanya atas izin Allah. Begitu juga dengan kesuksesan dan keberhasilan yang telah kita dapatkan semuanya adalah atas izin Allah.
Islami Daun Jatuh Atas Izin Allah majidi September 27, 2023 Daun Jatuh Atas Izin Allah: Menggali Makna dan Hikmah di Balik Kejadian Alam Alam semesta ini diciptakan oleh Allah SWT dengan keindahan dan ketertiban yang luar biasa. Salah satu contoh nyata dari keajaiban alam adalah fenomena daun jatuh.
Makna dari "bahkan daun yang jatuh pun atas izin Allah" adalah bahwa tidak ada yang bisa terjadi di dunia ini tanpa seizin Allah SWT. Semua yang kita alami, baik itu suka maupun duka, telah diatur olehNya.
*Tidak ada sehelai daun pun yang gugur yang tidak diketahui-Nya.* Tidak ada sebutir biji pun dalam kegelapan bumi dan tidak pula sesuatu yang basah atau yang kering, yang tidak tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh)." (QS.Download Seorang muslim mesti juga mengimani Allah itu Maha Mengetahui segala sesuatu, Al-'Aliim, Al-Khabiir. Imam Al-Muzani rahimahullah berkata, الوَاحِدُ الصَّمَدُلَيْسَ لَهُ صَاحِبَةٌ وَلاَ وَلَدٌ جَلَّ عَنِ المَثِيْلِ فَلاَ شَبِيْهَ لَهُ وَلاَ عَدِيْلَ السَّمِيْعُ البَصِيْرُ العَلِيْمُ الخَبِيْرُ المَنِيْعُ الرَّفِيْعُDaun ini disebut dalam surah al-An'am ayat 59, " Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang gaib; tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula). "Dalam tafsir kemenag dijelaskan bahwa ayat ini merupakan perintah kepada Nabi Muhammad saw untuk menyampaikan informasi kepada orang kafir bahwa Allah lah yang menciptakan mereka semua dalam bentuk yang bermacam-macam, baik warna kulit, suku, ras, maupun sosial-budaya.FLlBaZa.