- Meski wabah virus corona semakin gawat, jangan sampai kita kehilangan daya kreativitas, ya, Adjarian! Salah satu cara menuangkan daya kreatif kita adalah dengan membuat pantun. Nah, di sini kita akan minyam contoh pantun bertema COVID-19. Baca Juga Mengenali Jenis-Jenis Buku Fiksi dalam Kesusastraan Indonesia Contoh pantun bertema COVID-19 ini bisa dijadikan inspirasi Adjarian dalam menulis karya. O iya, menulis karya sastra seperti pantun bisa jadi sarana rekreasi kita meski di rumah saja, lo! Nah, di dalam pantun bertema COVID-19 berikut ini memuat pesan-pesan tentang menaati protokol kesehatan jadi mudah diterima dan diingat. Yuk, kita baca pantun-pantun tersebut! "Membuat pantun bisa menjadi sarana rekreasi dan mengasah kreativitas."
BuatlahPuisi Sederhana Dengan Akhir Rima Aaaa. Sahabatlah yang akan menghibur kita jika kita sedang merasa sedih. Rima merupakan salah satu unsur penting dalam puisi. Melalui rima inilah keindahan suatu puisi tercipta. puisi tentang ibu 3 bait 4 baris puisi tentang kebersihan sekolah 2 bait puisi tentang kebersihan lingkungan 4 bait puisi
Daftar isiContoh PertamaContoh KeduaContoh KetigaContoh KeempatContoh KelimaContoh KeenamContoh KetujuhContoh KedelapanContoh KesembilanContoh KesepuluhLiburan adalah kegiatan yang menyenangkan. Liburan merupakan salah satu kebutuhan rohani seorang manusia yang harus dipenuhi. Liburan tentunya tidak harus mahal karena pada intinya liburan adalah mengisi waktu dengan hal yang menyenangkan bagi jiwa dan adalah beberapa contoh pantun yang menggambarkan tentang liburan dan hal-hal yang menyenangkan PertamaMembeli pita berwarna merahUntuk di pasang di kemejaApakah maknanya tanggal merah?Oh, liburan tentu sajaPantun di atas merupakan jenis pantun teka-teki yang berupa pertanyaan dan jawaban. Pantun terdiri dari 4 baris dengan sajak atau rima akhir a-a-a-a. Baris pertama dan kedua dari pantun tersebut adalah sampiran, sedangkan baris ketiga dan keempatnya adalah bagian isi tersebut berupa pertanyaan tentang makna tanggal merah di kalender. Sebagaimana diketahui bahwa tanggal di kalender berwarna merah, maka artinya itu adalah hari KeduaMentari tenggelam saat senjaNampaklah samar bintang dan bulanJika lelah engkau bekerjaAmbillah cuti untuk liburanPantun di atas merupakan jenis pantun nasehat. Pantun terdiri dari 4 baris dengan sajak atau rima akhir a-a-a-a. Baris pertama dan kedua dari pantun tersebut adalah sampiran, sedangkan baris ketiga dan keempatnya adalah bagian isi tersebut berisi nasehat kepada orang lain yang tengah merasa lelah saat bekerja, maka ada baiknya ia mengambil cuti untuk liburan. Dengan demikian ia akan merasa refresh atau kembali bersemangat dalam menjalankan aktivitas KetigaBurung kutilang mematuk-matukSambil bersiul di atas dahanJika engkau merasa suntukMungkin engkau butuh liburanPantun di atas merupakan jenis pantun nasehat. Pantun terdiri dari 4 baris dengan sajak atau rima akhir a-b-a-b. Baris pertama dan kedua dari pantun tersebut adalah sampiran, sedangkan baris ketiga dan keempatnya adalah bagian isi tersebut berisikan nasehat atau himbauan kepada orang lain yang tengah merasa suntuk, bahwa kemungkinan yang dibutuhkannya adalah liburan agar merasa bersemangat kembali KeempatHari Minggu ke SurabayaNaik kereta Kencana MegaKemana pergi di hari raya?Pergi ke pantai dengan keluargaPantun terdiri dari 4 baris dengan sajak atau rima akhir a-a-a-a. Baris pertama dan kedua dari pantun tersebut adalah sampiran, sedangkan baris ketiga dan keempatnya adalah bagian isi tersebut berisi pertanyaan kepada orang lain rencana liburannya di hari raya, dan jawaban dari pertanyaan tersebut adalah hendak ke pantai bersama-sama dengan KelimaKue kacang kue keciputHidangan enak saat lebaranMau ke gunung atau ke lautSungguhlah bingung hendak liburanPantun di atas merupakan jenis pantun jenaka. Pantun terdiri dari 4 baris dengan sajak atau rima akhir a-b-a-b. P Baris pertama dan kedua dari pantun tersebut adalah sampiran, sedangkan baris ketiga dan keempatnya adalah bagian isi tersebut menceritakan kebingungan seseorang yang hendak liburan untuk menentukan tujuan wisata yang akan dilakukannya. Orang tersebut merasa bingung apakah ia harus ke gunung atau ke laut untuk KeenamPergi ke Bandung membeli seblakSeblak dimakan bersama temanItulah adik terbahak-bahakMelihat kucing pergi liburanPantun di atas merupakan jenis pantun jenaka. Pantun terdiri dari 4 baris dengan sajak atau rima akhir a-a-a-a. Baris pertama dan kedua dari pantun tersebut adalah sampiran, sedangkan baris ketiga dan keempatnya adalah bagian isi tersebut menceritakan seorang anak kecil yang tertawa-tawa karena melihat kucing yang dalam pikirannya tengah pergi untuk KetujuhBuah durian buah rambutanDijual di tepi bendunganHendak kemana di tengah hutanPergi camping saat liburanPantun terdiri dari 4 baris dengan sajak atau rima akhir a-a-a-a. Baris pertama dan kedua dari pantun tersebut adalah sampiran, sedangkan baris ketiga dan keempatnya adalah bagian isi tersebut berupa pertanyaan yang diajukan seseorang kepada orang yang hendak pergi ke tengah hutan. Ternyata orang tersebut sedang berlibur dan berencana untuk camping di dalam KedelapanPergi ke gurun melihat ontaOnta berjalan berhari-hariAdik menangis meronta-rontaKarena liburan cuma sehariPantun di atas merupakan jenis pantun jenaka. Pantun terdiri dari 4 baris dengan sajak atau rima akhir a-b-a-b. Baris pertama dan kedua dari pantun tersebut adalah sampiran, sedangkan baris ketiga dan keempatnya adalah bagian isi tersebut menceritakan seorang anak kecil yang menangis meronta-ronta karena waktu liburan yang Cuma sehari saja. Tentu ia merasa liburan sehari kurang KesembilanBunga mawar bunga dahliaDitanam ibu di tengah tamanSungguhlah ini hari bahagiaWaktu tamasya bersama temanPantun terdiri dari 4 baris dengan sajak atau rima akhir a-b-a-b. Baris pertama dan kedua dari pantun tersebut adalah sampiran, sedangkan baris ketiga dan keempatnya adalah bagian isi tersebut menceritakan kebahagiaan seseorang di hari liburan karena ia hendak pergi tamasya dengan KesepuluhKereta cepat akhirnya tibaPenumpang masuk berduyun-duyunHari yang dinanti akhirnya tibaLibur bersama di akhir tahunPantun terdiri dari 4 baris dengan sajak atau rima akhir a-b-a-b. Baris pertama dan kedua dari pantun tersebut adalah sampiran, sedangkan baris ketiga dan keempatnya adalah bagian isi tersebut menceritakan hari bahagia yang dinanti-nanti, yakni tentang libur bersama di akhir tahun.PALEMBANG- Tak terasa Hari Raya Idul Fitri tahun 2021 sudah didepan mata. Umat muslim di seluruh dunia akan merayakan Idul Fitri dengan suka cita, meski sedang dalam kondisi Pandemi Covid-19. Banyak cara-cara yang bisa dilakukan untuk merayakan Idul Fitri di tengah Pandemi Covid-19 saat ini, seperti mengirimkan ucapan permohonan maaf dan silaturahmi kepada keluarga. Baca juga Kumpulan Pantun Perpisahan Selamat Tinggal Ramadhan 2021 yang Sedih dan Haru Baca juga 80 Ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri Untuk Keluarga Rekan dan Sahabat Bahasa Indonesia dan Inggris Baca juga Waktu Pembayaran Zakat Fitrah Jelang Idul Fitri Ada 5 Kriteria yang Perlu Dipahami Setiap Umat Islam Selain mengirimkan berbagai ucapan permohonan maaf dan selamat Idul Fitri, kamu juga bisa menbgirimkan pantun bertema Lebaran kepada teman, sahabat dan keluarga. Bagi kamu yang membutuhkan ide-ide pantun bertema Lebaran, Tribun Sumsel hadirkan kumpulan pantun jenaka yang bisa langsung dicopy pada perangkat kamu. Dihimpun dari berbagai sumber, berikut ini kumpulan pantun Hari raya Idul Fitri yang lucu, bisa jadi status media sosial dan Whatsapp kamu. 1. Jala-jalan ke ibu kotaSinggahlah sejenak di Kota TuaSelamat hari Lebaran untuk semuaDi manapun kalian berada 2. Sarapan pagi dengan rotiSebelum berangkan kerjaSelamat Hari Raya Idul FitriUntuk orang tua dan saudara 3. Ke sekolah naik sepedaSampai sekolah sepeda dikunciSelamat datang hari yang muliaSelamat Hari Raya Idul Fitri. 4. Ibu Ani menuai padiPadi letakkan di atas mejaSelamat Hari Raya IdulfitriSemoga Allah memberkahi kita. 5. Kayu besar dahannya bercabangTempat bergelantungan para keraSelamat hari kemenanganUntuk semua anggota keluarga. 6. Ikatlah kayu dari rotanUntuk membuat sebuah kursiKami sekeluarga mengucapkanSelamat Hari Raya Idul Fitri. 7. Di halaman ada pohon jambuDi taman depan ada melatiSelamat Lebaran buat kamuOrang yang selalu di dalam hati. 8. Di kolam air banyak ikanHasil tangkapan dari kaliKami sekeluarga mengucapkanSelamat Hari Raya Sifat jelek jangan ditiruSifat buruk segera tinggalkanCantiknya kamu berbaju biruKuucapkan selamat lebaran
- Siapa yang suka menulis puisi, nih? Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia KBBI, puisi adalah ragam sastra yang bahasanya terikat oleh irama, matra, rima, serta penyusunan larik dan bait. Nah, kali ini GridKids sudah menyajikan contoh puisi bertema liburan. Saat liburan kita pasti mengalami banyak hal, seperti melihat pemandangan yang indah, mengunjungi tempat wisata yang belum kita ketahui sebelumnya, dan masih banyak lagi. Baca Juga Contoh Puisi Tentang Pengalaman dan Perilaku Ketika Menumpang Transportasi Umum Kita bisa menuangkan pengalaman menarik saat liburan tersebut menjadi sebuah karya sastra puisi, lo. Penasaran? Yuk, simak contoh puisi bertema liburan berikut ini! Kampung Halaman karya Al pixahive Contoh puisi Hari masih begitu dini, semilir angin dingin menyambangi Mataku berat, di luar langit masih cukup gelap Ayah membantuku mengenakan jaket tebal Katanya aku harus ikut ke suatu tempat agar tak ada sesal Baca Juga Contoh Puisi Tentang Kemerdekaan, Sahabat Pelangi Puisi Nisa Juara Materi Belajar dari Rumah TVRI Rabu 26 Agustus 2020 Kami berdua berjalan menyusuri jalan setapak dari tanah Napasku mulai terengah Rupanya kami sedang menanjak bukit kecil tak jauh dari rumah Tak lama, kami sudah sampai di puncak Kata ayah, tak lama lagi aku akan melihat hal yang sangat indah Semburat merah perlahan merekah Dari balik bukit, sang surya menyapa dengan begitu memesona Kata Ayah, pemandangannya masih sama seperti yang dilihatnya sewaktu kecil dulu Baca Juga Contoh Puisi Bertema COVID-19 untuk Ekspresikan Diri di Tengah Pandemi Itulah contoh puisi bertema liburan, Kids. Puisi tersebut mengisahkan tentang penulis yang berlibur ke kampung halaman, tempat ayahnya dulu melewati masa kecilnya. Di sana penulis melihat pemandangan matahari terbit yang sangat menakjubkan. Pengalaman tersebut kemudian penulis tuangkan ke dalam sebuah karya sastra puisi. Kamu juga bisa menuangkan pengalamanmu saat berlibur menjadi sebuah puasi, lo. Selamat mencoba! - Teman-teman, kalau ingin tahu lebih banyak tentang sains, dongeng fantasi, cerita misteri, dan pengetahuan seru, langsung saja berlangganan majalah Bobo dan Mombi SD. Tinggal klik di Artikel ini merupakan bagian dari Parapuan Parapuan adalah ruang aktualisasi diri perempuan untuk mencapai mimpinya. PROMOTED CONTENT Video Pilihan