PengertianAkuntansi Menurut Para Ahli. 1. The American Accounting Association. Menurut American Accounting Association: Akuntansi adalah proses mengidentifikasi, mengukur, dan mengkomunikasikan informasi ekonomi untuk mengizinkan penilaian dan keputusan yang diinformasikan oleh pengguna informasi. Jurusan akuntansi merupakan salah satu jurusan paling populer dipilih karena prospek kerja yang bisa diambil lulusannya. Nyatanya, lulusan akuntansi dibutuhkan oleh banyak jenis perusahaan di berbagai industri, mulai dari lembaga pemerintah, perusahaan startup, lokal, hingga multinasional. Jenjang kariernya pun jelas hingga posisi tinggi. Karena itu, tak heran jurusan ini masih banyak dijadikan pilihan oleh anak muda. Meskipun sepintas lingkupnya terlihat sempit dan sama-sama bermain dengan angka, lulusan akuntansi memiliki prospek kerja yang beragam dengan lingkup yang sangat bervariasi. Sebelum kamu memutuskan untuk terjun ke jurusan akuntansi, ada baiknya kamu mengetahui beberapa prospek kerjanya yang cukup menjanjikan berikut ini. Simak, yuk! Prospek Kerja Jurusan Akuntansi 1. Akuntan publik Salah satu prospek kerja utama untuk jurusan akuntansi adalah akuntan publik. Akuntan publik merupakan akuntan yang mengantongi izin resmi dari Menteri Keuangan untuk memberikan jasa akuntan publik di Indonesia. Pekerjaan ini memberikan jasa akuntan untuk setiap pengguna jasa, bisa berupa badan usaha misalnya. Lingkup kerjanya pun cukup luas, meliputi audit, pemeriksaan dan pembuatan laporan keuangan, membantu di sektor perpajakan, hingga memberikan saran dan masukan untuk pihak manajemen. Di Indonesia sendiri, terdapat beberapa kantor akuntan publik KAP yang cukup bergengsi, misalnya 4 firma akuntansi terbesar di dunia Deloitte, PwC, Ernst & Young, dan KPMG. Bicara soal gaji, seorang akuntan publik dengan status fresh graduates biasanya bisa mengantongi mulai dari 5 juta per bulan. Apa kamu bercita-cita untuk bekerja di The Big Four? 2. Auditor Selain bekerja di kantor akuntan publik dan menangani klien, para lulusan akuntansi juga bisa bekerja sebagai akuntan internal. Akuntan internal merupakan seorang akuntan yang bekerja untuk satu perusahaan, bukan dengan klien atau pengguna jasa di luar perusahaan tempatnya bekerja. Salah satu posisi yang tersedia yaitu sebagai auditor. Posisi ini memiliki tanggung jawab untuk meninjau dan memperbaiki laporan keuangan perusahaan, serta memberikan saran perbaikan terkait operasional perusahaan yang berkaitan dengan regulasi keuangan. Dibandingkan dengan auditor yang bekerja di KAP, auditor internal cenderung memiliki gaji yang lebih tinggi, yaitu mulai dari 6 jutaan per bulan di tahun pertama. 3. Analis keuangan Prospek kerja lainnya yang bisa dijalani lulusan akuntansi adalah analis keuangan. Sebagai analis keuangan, kamu harus pandai dalam membaca data dan mengambil keputusan terkait masalah keuangan. Analis keuangan diharapkan memiliki pemahaman mendalam seputar faktor-faktor yang terkait kondisi ekonomi perusahaan, seperti; program investasi perkiraan prospek ekonomi penyusunan strategi keuangan suatu lembaga Pendalaman profesi ini bisa ditempuh dengan mengikuti program sertifikasi profesional untuk mendapatkan gelar CFA atau Certified Financial Analyst. 4. Konsultan pajak Perpajakan merupakan salah satu cabang peminatan di kuliah jurusan akuntansi. Nah, jika kamu memilih peminatan satu ini, kamu bisa menempuh karier yang berkaitan dengan pajak, misalnya sebagai konsultan pajak. Konsultan pajak bertanggung jawab untuk memberikan jasa konsultasi terkait perpajakan. Pihak yang menerima konsultasi tak lain tak bukan adalah para wajib pajak, yang akan melaksanakan kewajibannya untuk membayar pajak sesuai aturan undang-undang. Untuk bisa mendapatkan izin praktik sebagai seorang konsultan pajak, ada ujian sertifikasi konsultan pajak atau USKP yang perlu dilalui. Ujian ini diselenggarakan oleh Ikatan Konsultan Pajak Indonesia. Siapa pun yang telah lulus ujian ini akan mendapatkan sertifikasi profesional BAP atau Bersertifikat Akuntan Pajak. 5. Perencana keuangan © Satu lagi prospek kerja untuk lulusan akuntansi yang menjual jasa yaitu perencana keuangan. Pekerjaan ini memungkinkanmu untuk memberi saran terkait berbagai rencana keuangan. Terdengar simpel, tapi nyatanya ada banyak sekali faktor yang perlu dipertimbangkan untuk membuat perencanaan keuangan yang baik. Beberapa faktor di antaranya yaitu kondisi ekonomi, gaya hidup, penghasilan, tujuan hidup, prioritas, serta tujuan finansial. Tidak haya selesai dengan memberi saran, seorang perencana keuangan juga akan memantau dan memonitor kondisi finansial klien serta memberikan solusi saat ada masalah yang muncul. 6. Akuntan pemerintah Kamu yang memiliki cita-cita untuk menjadi pegawai negeri tidak perlu khawatir untuk mengambil jurusan akuntansi. Nyatanya, berbagai instansi pemerintahan di berbagai tingkat juga membutuhkan jasa seorang akuntan. Salah satu lembaga pendidikan pemerintah yang terkenal yaitu Sekolah Tinggi Akuntansi Negara atau STAN. Dengan menempuh pendidikan di sini, kamu akan dijamin bisa bekerja di berbagai kementerian dan lembaga pemerintah, seperti; Kemenko Perekonomian Kemenko Maritim Kementerian Perhubungan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Bappenas Kementerian PAN RB Badan Pemeriksa Keuangan BPK Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan BPKP Badan Narkotika Nasional BNN Badan Ekonomi Kreatif Bekraf. 7. Tenaga pendidik Kamu yang punya passion mengajar juga bisa menjadi tenaga pendidik, seperti dosen ataupun pembawa materi pelatihan seputar akuntansi dan keuangan misalnya. Sebagai pendidik, tugas utama yang harus dijalani yaitu untuk menyampaikan materi pelatihan kepada mahasiswa dan tamu seminar. Selain itu, tenaga pendidik juga bisa berperan sebagai konsultan terkait isu dan masalah ekonomi yang sedang beredar. 8. Account manager Prospek kerja lain yang bisa kamu jalani sebagai lulusan jurusan akuntansi adalah account manager. Account manager adalah profesional yang menjembatani perusahaan dengan klien. Ia akan mencari tahu kebutuhan klien dan memastikan perusahaan bisa memenuhinya. Tidak hanya itu, account manager juga akan menghubungi prospek kliennya untuk memberi informasi seputar layanan yang diberikan oleh perusahaannya. Sebagai lulusan akuntansi, kamu bisa bekerja sebagai account manager terutama jika konsumenmu berasal dari bidang akuntansi juga. Karena, pengetahuan yang kamu miliki bisa memberi klien insight berharga. 9. Konsultan keuangan Konsultan keuangan adalah seorang profesional yang memberi insight seputar transaksi finansial untuk kliennya. Seorang konsultan keuangan biasanya bekerja untuk perusahaan atau individu yang kaya. Sebagai konsultan keuangan, kamu diekspektasikan untuk menguasai berbagai strategi menabung dan investasi serta membantu klien mencapai tujuan finansialnya. Lulusan jurusan akuntansi dapat menjadi konsultan keuangan yang baik karena ilmu yang dimiliki bisa digunakan untuk memberi insight ke perusahaan seputar bagaimana menstrukturisasi keuangannya. Tidak hanya itu, kamu pun bisa memberi tahu praktik yang dapat berguna ketika menabung. 10. Business analyst © Prospek kerja lain yang bisa dijalani oleh lulusan akuntansi adalah business analyst. Seorang business analyst memberi masukan dan analisis bagi klien seputar model bisnis yang digunakannya. Business analyst sangat dibutuhkan perusahaan karena dapat membantu mereka untuk meningkatkan keuntungan dan membuat strukturnya semakin baik. Nah, jika ingin menjalani profesi business analyst, ada beberapa skill yang perlu kamu tingkatkan di antaranya seperti; kemampuan analitis berpikir kritis problem solving riset komunikasi visualisasi data 11. Konsultan investasi Kamu juga bisa bekerja sebagai konsultan investasi apabila telah lulus dari jurusan akuntansi. Seorang konsultan investasi memberi insight bagi klien seputar kesempatan berinvestasi yang bisa ia ambil supaya bisa mencapai tujuan finansialnya. Di samping itu, Glassdoor juga mengatakan bahwa salah satu tugas konsultan investasi adalah mengedukasi, merekomendasikan, membeli, dan menjual instrumen investasi bagi kliennya. Tentunya, ilmu yang kamu dapat saat kuliah di jurusan akuntansi akan sangat berguna dalam profesi ini. 12. Aktuaris Menurut Indeed, aktuaris adalah prospek kerja lain yang bisa dijalani oleh lulusan akuntansi. Aktuaris biasanya ditemukan di perusahaan asuransi atau keuangan lainnya. Seorang aktuaris memiliki tugas untuk memperkirakan probabilitas dan kemungkinan biaya untuk suatu kejadian seperti kecelakaan, bencana alam, kematian, hingga penyakit. Tidak hanya itu, aktuaris juga bertugas untuk membuat desain, menguji, serta mengelola suatu kebijakan. Hal ini dilakukan untuk bisa meminimalisir risiko serta memaksimalkan keuntungan. Sebagai seorang aktuaris, kemampuan analitis, komunikasi, dan problem solving perlu kamu miliki. 13. Data analyst Berkarier sebagai data analyst juga dapat menjadi pilihan bagimu yang merupakan lulusan jurusan akuntansi. Seorang data analyst akan mencoba menganalisis angka dan data, lalu mengubahnya menjadi informasi yang bisa digunakan untuk menyelesaikan masalah atau melacak performa bisnis. Menurut Prospect, data analyst merupakan profesi yang sangat dicari di berbagai sektor industri seperti keuangan, konsultan, manufaktur, pemerintahan, hingga pendidikan. Sebagai data analyst, kemampuan perhatian terhadap detail, komunikasi, dan pengorganisasian data yang baik dapat membantumu untuk sukses di pekerjaan ini. 14. Sekretaris perusahaan Prospek kerja lain yang bisa dijalani lulusan akuntansi adalah sekretaris perusahaan. Mengutip Prospect, peran ini begitu penting karena memastikan perusahaan tetap patuh pada peraturan keuangan dan hukum yang berlaku. Tidak hanya itu, profesi ini juga berperan penting dalam menjaga standar tata kelola perusahaan yang tinggi. Kamu juga berperan penting untuk menjadi titik komunikasi antara jajaran direksi, shareholder perusahaan, hingga manajemen eksekutifnya. 15. Budget analyst My Degree Guide menyebutkan bahwa profesi budget analyst juga bisa kamu jalani sebagai lulusan jurusan akuntansi. Seorang budget analyst akan bertanggung jawab dalam mengawasi uang perusahaan dan informasi budget-nya. Di samping itu, kamu juga akan menentukan alokasi dana yang efektif bagi setiap departemen di perusahaan. Nah, itu dia berbagai prospek kerja dari lulusan akuntansi. Meskipun berhubungan dengan keuangan dan deretan angka, namun lingkup kerjanya sangat beragam dan terdengar menantang, bukan? Kamu yang bercita-cita sebagai akuntan juga bisa meniti karier di berbagai lembaga sesuai dengan minat, seperti instansi pemerintah dengan status PNS hingga perusahaan startup dengan budaya kasual dan modern. Kamu adalah mahasiswa jurusan akuntansi yang sedang mencari peluang untuk terjun ke dunia profesional? Yuk, sign up di Glints dan temukan banyak kesempatan untuk berkarier di perusahaan impianmu. Rancang masa depanmu sekarang! 10 Jobs for Accounting Majors, With Salary Information Data analyst Company secretary What Can You Do with an Accounting Degree? [2023 Guide] Investment Consultant Overview KantorJasa Akuntan Sitohang dan Basuton mengucapkan Selamat Natal 25 Desember 2021 dan Tahun Baru 1 Januari 2022 kepada seluruh sahabat dan mitra usaha di manapun berada. Mari kita satukan doa semoga gara kita semua, bangsa dan negara kita dipenuhi kedamaian, kesehatan dan kemakmuran.

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. besar dan kecilnya peluang adalah hal perlu segera dijajaki dan ditindak lanjuti agar menjadi sebuah bisnis bagus. Demikian juga dengan adannya RUU Pelaporan Keuangan, merupakan sebuah peluang besar yang mensejajarkan sebuah pembuatan laporan keuangan sama dengan pelaporan pajak yang bisa dipaksakan karena didasarkan UU yang disahkan oleh badan legislatif. Tentunya hal ini sangat berpengaruh sekali terutama usaha kecil dan menengah UKM karena untuk menggaji seorang akuntan professional sangat besar costnya. Hal ini bisa disiasati dengan memberikan pekerjaan pembuatan laporan keuangan kepada kantor jasa akuntan tentunya tidak sebesar jika mempekerjakan akuntan professional. Benefit yang didapat UKM dengan memberikan pekerjaan pembuatan laporan keuangan kepada kantor jasa akuntansi adalah kredibilitas dan akuntabilitas dari laporan keuangannya meningkat tinggi tentu akan berpengaruh terhadap persepsi perbankan terhadap laporan keuangan UKM. Tentunya perlu juga diperhatikan yaitu seberapa besar peluang kantor jasa akuntan yang tercipta dari RUU PK itu ? kalau kita perhatikan Grafik ini maka masih sangat besar. Kita asumsikan saja dari unit usaha mikro, kecil dan menengah 50% belum membuat laporan keuangan sesuai dengan standar ekuitas tanpa akuntanbilitas publik maka market share dari Kantor Jasa Akuntan adalah unit usaha mikro kecil dan menengah dengan investasi atas dasar harga berlaku sebesar 1,304,889,40 Milyart suatu angka yang sangat besar dan memerlukan suatu system akuntansi yang kredibilitas dan akuntanbilitas Pelaporan KeuanganAnggota DPN IAI, Dwi Setiawan menilai, setidaknya ada tiga substansi yang bisa diatur dalam UU PK, yaitu aspek kelembagaan, aspek tata laksana, dan aspek sumber daya manusia. Ketiga aspek ini akan menitikberatkan pada upaya membangun sebuah sistem pelaporan yang makin terintegrasi yang mewajibkan kehadiran Akuntan Profesional dalam setiap dikatakan Kepala PPAJP Kemenkeu, Langgeng Subur, beberapa hal penting terkait RUU PK ini antara lain, yang bisa menerbitkan laporan keuangan hanya Akuntan dengan kualifikasi tertentu. Lalu ada pengaturan tentang standard setter. “Selama ini IAI melalui DSAK yang menyusun standarnya. Makanya kita juga usulkan standard setter itu dari IAI, jelas Langgeng. Peluang Akuntan ProfesionalDengan adanya UU Pelaporan Keuangan, adanya regulasi peraturanagar yang bertanggungjawab atas penyusunan laporan keuangan harus seorang akuntan. Karena akan ada sanksinya kalau laporan keuangan dibuat tidak semestinya. Seperti di perusahaan publik, kebanyakan yang menyusun laporan keuangan itu di Malaysia, penanggung jawab penyusun laporan keuangan di satu perusahaan, minimal di perusahaan terbuka, harus akuntan yang terdaftar di asosiasi profesi. Sehingga kompetensinya terjaga dan dia akan terikat aturan profesi. Tentu jika menggunakan dasar undand-undang maka sama seperti pajak di Indonesia, harus dijalankan UU PK tersebut jika tidak akan terkena sangsi atau denda, yang tentunya akan diperiksa seperti layaknya Wajib Pajak setiap tahunnya. Tentunya Good Corporate Government akan 1 2 3 Lihat Money Selengkapnya

SPTPPh PASAL 21/26 MASA DESEMBER 2009 DAN APLIKASI PPh PASAL 21 Rabu, 11 November 2009, Pukul 09.00 - 17.00 Hotel Bumikarsa Bidakara Jakarta Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, mulai tahun 2009 tidak ada lagi SPT Tahunan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 21.
Bagaimana Cara Menghitung PPh Pengusaha? Apakah Sobat Klikpajak berporfesi sebagai pengusaha? Apapun profesinya, sebagai wajib pajak tentunya harus memenuhi kewajiban perpajakannya dengan baik dan mengetahui rumus PPh, juga cara menghitung PPh pengusaha. Mekari Klikpajak akan mengulas cara menghitung pajak penghasilan pengusaha dengan ilustrasi perhitungan pajak penghasilan yang mudah dipahami buat Sobat Klikpajak. Sebelum lanjut pada perhitungan pajak penghasilan pengusaha, Klikpajak by Mekari akan sedikit mengulas penjelasan umum tentang apa itu Pajak Penghasilan PPh pengusaha dan jenis pajak penghasilan yang sesuai ketentuan perundang-undangan perpajakan sebagai objek pajak penghasilan. Apa itu PPh Pengusaha? Pajak penghasilan tidak hanya dikenakan bagi wajib pajak pribadi yang statusnya sebagai karyawan, di mana gaji dipotong oleh perusahaan tiap bulannya yang biasanya disebut PPh Pasal 21. Namun PPh ini juga dikenakan buat wajib pajak pribadi yang penghasilannya bersumber dari kegiatan usahanya. Jadi pajak penghasilan PPh pengusaha adalah pajak yang dikenakan pada Wajib Pajak Orang Pribadi yang menjalankan kegiatan usaha atau sebagai pengusaha atas penghasilannya, baik dari hasil usaha maupun penghasilan lainnya. Seperti apa perhitungan pajak penghasilan bagi Wajib Pajak Orang Pribadi WP-OP sebagai pengusaha, terus simak penjelasannya dari Bagaimana perhitungan pajak penghasilan pengusaha yang mudah? Sebelum masuk pada perhitungan PPh Pribadi pengusaha atau cara menghitung pajak penghasilan pengusaha, ketahui terlebih dahulu pengelompokan sumber penghasilan pengusaha. Sumber penghasilan sebagai seorang pengusaha dapat dikelompokkan menjadi tiga, yakni penghasilan dari gaji, penghasilan dari laba usaha, dan penghasilan dari kegiatan lainnya. 1. Penghasilan pengusaha dari gaji Bukan hanya karyawan saja yang biasanya memperoleh penghasilan dari gaji, tapi begitu juga sebagai pengusaha. Biasanya, pengusaha mendapatkan gaji dari usaha yang dijalankannya. Pengusaha yang peroleh gaji dari usahanya jika ia menduduki jabatan tertentu, seperti sebagai Direktur atau Komisaris di perusahaannya. Tapi biasanya ini berlaku pada usaha persekutuan dalam bentuk Perseroan Terbatas PT. Sehingga pemilik sekaligus menjabat sebagai “orang penting” di perusahaannya itu akan mendapatkan gaji layaknya seperti karyawan. Bagaimana dengan bentuk usaha perseroan komanditer CV/Commanditaire Vennootschap? Untuk bentuk usaha CV, ketentuannya pengusaha dalam hal ini adalah sebagai salah satu pemilik usaha tapi tidak bisa menjadi karyawan atau menduduki jabatan tertentu dalam perusahaannya dan menerima gaji. Baca juga Cara Pilih Tarif Pajak Perusahaan yang Tepat dan Persiapan Lapor SPT Pajak WP Badan PT 2. Penghasilan pengusaha dari laba usaha Sebagai pemilik usaha, juga akan mendapatkan penghasilan dari laba usaha yang dijalankan. Bagi pengusaha yang punya usaha dalam bentuk Perseroan Terbatas PT, penghasilan dari usahanya ini berbentuk dividen. Pembagian laba dalam bentuk dividen ini merupakan objek pajak. Sebab modal yang disetorkan berupa saham. Tapi pajak untuk dividen biasanya sudah dipotong langsung oleh perusahaan. Sehingga sebagai wajib pajak orang pribadi pengusaha, tidak perlu menyetor pajak dividen karena perusahaan sudah memotong dan menyetorkan ke kas negara. Cari tahu mengenai Ketentuan dan Tarif Pajak Dividen Badan Usaha Namun bagi pemilik usaha berbentuk CV, penghasilan ini diperoleh dari laba usaha dalam bentuk Prive. Prive adalah penyetoran modal atau biasanya disebut sebagai investasi di mana penyetoran maupun pengambilan modal oleh anggota CV ini bisa dilakukan setiap saat. Sesuai Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2008 tentang Pajak Penghasilan, penghasilan dari Prive bukan merupakan objek pajak. Kenapa Prive bukan objek pajak? Karena pengenaan pajaknya sudah dihitung dalam pajak usaha. Sehingga Prive tidak termasuk objek pajak untuk menghindari pengenaan pajak ganda. Baca juga Ketahui apa saja Benefit Perusahaan Korporasi Menggunakan Klikpajak 3. Penghasilan pengusaha dari kegiatan lainnya Pengusaha biasanya juga peroleh pendapatan dari penghasilan lainnya. Penghasilan ini didapat dari kegiatan lain yang dilakukan dan merupakan bukan pekerjaan tetap, dalam hal ini adalah pekerjaan sampingan atau tenaga ahli yang melakukan pekerjaan bebas. Kegiatan sampingan ini misalnya menjadi agen iklan. Penghasilan yang diperoleh dari pekerjaan bebas ini akan dikenakan pajak penghasilan yang besarnya dihitung dari penghasilan neto dikalikan tarif pajak. Ilustrasi cara menghitung pajak penghasilan pengusaha atau cara menghitung PPh pengusaha dan rumus PPh Dasar Perhitungan PPh Pengusaha Karena statusnya wajib pajak pribadi yang profesinya sebagai pengusaha, maka mekanisme dan dasar perhitungan PPh atau rumus PPh-nya pun berbeda. Wajib pajak orang pribadi sebagai pengusaha ini menyetorkan sendiri pajak penghasilannya. Cara menghitung pajak penghasilan orang pribadi sebagai pengusaha yang diperoleh dari gaji atas usahanya dihitung berdasarkan aturan umum PPh yang berlaku untuk karyawan pada umumnya, yakni PPh dari Gaji = Penghasilan Bruto – PTKP x Tarif Pajak Sedangkan cara menghitung pajak penghasilan orang pribadi sebagai pengusaha yang diperoleh dari penghasilan lainnya adalah PPh dari Pendapatan Lainnya = Penghasilan Bruto – PTKP x Tarif Pajak Penghasilan Neto = Penghasila Bruto x Persentase Norma Penghitungan Penghasilan Neto NPPN Besar PTKP 2021 wajib pajak orang pribadi masih sama seperti dalam Peraturan Menteri Keuangan PMK Nomor 101/ tentang Penyesuaian PTKP, yakni setahun atau per bulan, dengan rincian sebagai berikut Wajib pajak lajang Tambahan untuk istri yang penghasilannya digabung dengan suami Tambahan wajib pajak yang memiliki status kawin Tambahan untuk setiap anggota keluarga yang jadi tanggungan, maksimal 3 keluarga sedarah dan keluarga semenda dalam garis keturunan lurus serta anak angkat Berdasarkan Pasal 17 Ayat 1 UU PPh, perhitungan tarif pajak pribadi menggunakan tarif progresif, dengan ketentuan besar tarif adalah 5% untuk penghasilan sampai dengan per tahun 15% untuk penghasilan sampai dengan per tahun 25% untuk penghasilan sampai per tahun 30% untuk penghasilan di atas per tahun Terbaru, dalam Undang-Undang Harmonisasi Peraturan Perpajakan UU HPP, tarif PPh Pribadi dan layer bracket pajak penghasilan orang pribadi mengalami perubahan seperti berikut 5% untuk penghasilan hingga per tahun 15% untuk penghasilan – per tahun 25% untuk penghasilan – per tahun 30% untuk penghasilan – per tahun 35% untuk penghasilan di atas Selengkapnya temukan di sini apa saja perubahan regulasi pajak terbaru dalam Poin-Poin Regulasi Pajak dalam UU HPP. Saya Mau Coba Gratis Klikpajak Sekarang! Mekanisme atau Rumus PPh dan Cara Menghitung Pajak Penghasilan PPh Pengusaha Pada dasarnya, mekanisme penghitungan PPh Orang Pribadi OP ini dibedakan dari jumlah penghasilan dan penggunaan metode pencatatan atau pembukuan yang dilakukan, di antaranya a. Mekanisme PPh OP secara Umum Rumus PPh atau mekanisme umum ini berlaku bagi WP OP yang menjalankan usaha dan/atau pekerjaan bebas dengan melakukan pembukuan. Pembukuan di sini adalah proses pencatatan keuangan yang meliputi harta, kewajiban, modal, penghasilan dan biaya, serta jumlah harga perolehan dan penyerahan barang atau jasa, yang ditutup dengan menyusun laporan keuangan berupa neraca, dan laporan laba rugi untuk periode Tahun Pajak tersebut. Perhitungan pajak bagi orang pribadi yang menyelenggarakan pembukuan ini dilakukan dengan menggunakan mekanisme perhitungan biasa sesuai ketentuan tarif pada UU PPh Pasal 17. b. Mekanisme PPh Final PP 23/2018 Rumus Pph atau mekanisme perhitungan PPh OP ini berlaku bagi wajib pajak pribadi yang memiliki peredaran bruto tidak lebih dari Rp4,8 miliar dalam setahun. WP OP ini hanya menyelenggarakan pencatatan saja dalam satu tahun pajak. Rumus PPh atau perhitungan PPh OP ini tidak menyelenggarakan pembukuan, sehingga akan dikenakan PPh yang bersifat final sesuai tarif dan ketentuan pada PP 23 UMKM Tahun 2018, yakni tarif PPh Final sebesar 0,5% dari omzet bruto. Baca juga Selamat! Di UU HPP, UMKM dengan Omzet Segini Bebas Pajak c. Mekanisme PPh OP secara NPPN Rumus PPh atau penghitungan PPh OP dengan mekanisme NPPN ini bagi yang tidak menyelenggarakan pembukuan. Norma penghitungan penghasilan neto ini bisa digunakan oleh wajib pajak dengan peredaran bruto kurang dari Rp4,8 miliar dalam satu tahun. Untuk menggunakan mekanisme NPPN ini, WP OP harus mengajukan pemberitahuan kepada Direktorat Jenderal Pajak DJP. Dengan demikian, cara menghitung pajak penghasilan dilakukan dengan terlebih dahulu menetapkan jumlah penghasilan neto berdasarkan ketentuan norma yang ditetapkan pada Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-17/PJ/2015. Kemudian PPh-nya dihitung berdasarkan tarif pada UU PPh Pasal 17. Baca juga Tax Amnesty Jilid 2 Dibuka, Begini Cara Isi Formulir Amnesti Pajak a. Contoh Cara Menghitung Pajak Penghasilan Pengusaha Mekanisme Umum Pak Kelik punya usaha Tekstil. Status menikah dengan 2 tanggungan. Pada 2020, Pak Kelik memiliki penghasilan bruto dari usahanya yang dicatatkan menggunakan metode pembukuan sebesar Biaya dari usaha tersebut mencapai Dari perusahaan tekstil yang dijalankannya ini, Pak Kelik menjabat sebagai direktur dengan gaji setahun, dan sudah dipotong untuk PPh Pasal 21 sebesar per bulan oleh pemberi kerja dalam hal ini perusahaannya menjadi sebesar Maka, rumus PPh dan cara menghitung pajak penghasilan atau PPh Terutang untuk tahun 2020 adalah Peredaran Bruto Usaha Biaya-biaya - Penghasilan Neto dari Usaha Penghasilan Neto dari Karyawan Rp + Total Penghasilan asumsi tidak ada koreksi fiskal* PTKP K/2 Rp - Penghasilan Kena Pajak Penghasilan Kena Pajak pembulatan ke ribuan terdekat* PPh terutang tahun 2020 5% x Rp Rp 15% x Rp Rp 25% x Rp Rp 30% x Rp Total PPh Terutang Rp Kredit Pajak PPh 21 Rp - PPh 29 Kurang Bayar Rp Cara papor pajak penghasilan lebih mudah dan gratis di e-Filing Klikpajak by Mekari. Coba sekarang! a. Contoh Cara Menghitung Pajak Penghasilan Pengusaha Mekanisme PPh Final 23/2018 Pak Kelik punya usaha Restoran dan memilih melakukan pencatatan omzet dalam menjalankan usahanya. Pada 2021, Pak Kelik peroleh omzet bruto sebesar Selama bulan Januari 2021, Pak Kelik mendapatkan penghasilan dari usaha restorannya Karena omzet bruto dari usaha restorannya ini tidak mencapai Rp4,8 miliar setahun, maka Pak Kelik menggunakan perhitungan sesuai Peraturan Pemerintah PP 23 tahun 2018. Dengan demikian, rumus PPh dan cara menghitung pajak penghasilan atau PPh Final dari usaha tersebut adalah Penghasilan Bruto Tarif PP 23 0,5% x PPh Final Rp Baca juga Apa Saja Jasa Lain yang Dipotong PPh 23 dalam PMK 141 Tahun 2015? b. Contoh Cara Menghitungan Pajak Penghasilan Pengusaha Mekanisme NPPN Pak Kelik seorang Konsultan di Jakarta, punya istri yang tidak bekerja dan 3 anak. Pendapatan bruto sebagai jasa konsultan selama 2020 sebesar Selain itu Pak Kelik juga punya usaha budidaya ikan Lele di Solo dengan omzet bruto Pak Kelik tidak melakukan pembukuan atas seluruh transaksi yang terjadi, baik yang berkaitan dengan usaha budidaya ikan Lele maupun profesinya sebagai konsultan. Di sini Pak Kelik mengajukan penggunaan NPPN kepada DJP dalam menentukan penghasilan netonya. Berikut rumus PPh dan cara menghitung pajak penghasilan Pak Kelik dengan metode NPPM Budidaya Ikan Lele Konsultan Penghasilan Bruto NPPN 22% x 55% x Penghasilan Neto Rp Total Penghasilan Neto PTKP K/3 Rp - Pendapatan Kena Pajak PPh terutang tahun 2020 5% x Rp Rp 15% x Rp Rp 25% x Rp Rp Total PPh Terutang Catatan Angka 22% untuk budidaya ikan lele di daerah Angka 55% sebagai konsultan di ibukota provinsi Dari contoh kasus di atas, Pak Kelik harus melakukan pembayaran dan pelaporan pajak penghasilannya sesuai tata cara dan ketentuan yang berlaku. Untuk mempermudah proses pembayaran dan pelaporan kewajiban pajaknya, Pak Kelik menggunakan aplikasi pajak online. Cara mudah bayar dan lapor pajak penghasilan secara online adalah menggunakan software perpajakan mitra resmi Ditjen Pajak, yakni Aplikasi Klikpajak by Mekari. Bayar Pajak Online di e-Billing, Setelah Selesai Cara Menghitung Pajak Penghasilan Sebelum menyetor pajak, harus mendapatkan Kode Billing atau ID Billing terlebih dahulu dari DJP sebagai syarat untuk membayar pajak. Setelah mendapatkan Kode Billing dari DJP, selanjutnya membayar/menyetor pajak melalui ATM, internet banking atau teller bank/pos persepsi. Melalui e-Billing Klikpajak, Sobat Klikpajak dapat mengetahui cara membuat Kode Billing untuk semua jenis Kode Akun Pajak KAP dan Kode Jenis Setoran KJS dengan mudah dan gratis. Semua riwayat ID Billing dan SSP akan tersimpan dengan aman sesuai jenis dan Masa Pajak yang diinginkan. Begitu juga Nomor Transaksi Penerimaan Negara NTPN akan disimpan dengan rapi dan aman pada fitur Arsip Pajak di Klikpajak. Sistem e-Billing akan membimbing Sobat Klikpajak mengisi Surat Setoran Pajak SSP elektronik dengan benar sesuai transaksi. “ akan menerbitkan ID Billing Sobat Klikpajak resmi dari DJP dan Sobat Klikpajak dapat langsung membayar Pajak tanpa keluar dari platform. Karena e-Billing Klikpajak terintegrasi dengan bank persepsi yang ditunjuk DJP untuk menerima pembayaran/setoran pajak.” Setelah pembayaran pajak selesai, Sobat Klikpajak akan langsung menerima Bukti Penerimaan Negara BPN resmi dari Direktorat Jenderal Pajak DJP. Temukan di sini langkah-langkah Cara Membuat Kode Billing dan Bayar Billing di e-Billing Mudahnya Lapor SPT Setelah Tahapan Cara Menghitung Pajak Penghasilan Mengapa lapor pajak penghasilan di e-Filing Klikpajak? Melalui Sobat Klikpajak dapat melaporkan berbagai jenis SPT Tahunan/Masa PPh dengan langkah-langkah yang mudah. Sobat Klikpajak dapat melaporkan semua jenis SPT pajak penghasilan melalui e-Filing di Klikpajak seperti SPT Tahunan Pajak Badan, SPT Masa Bulanan Pajak, dan SPT Tahunan Pajak Pribadi, dengan mudah dan cepat karena panduan pengisian SPT yang simpel. “Lapor SPT di e-Filing Klikpajak juga gratis selamanya!” Sobat Klikpajak bisa melaporkan semua jenis SPT mulai dari SPT Tahunan Pajak Badan, SPT Masa Bulanan Pajak, dan SPT Tahunan Pajak Pribadi. Setelah menyampaikan pelaporan SPT Pajak, Sobat Klikpajak akan peroleh bukti lapor dalam bentuk elektronik, yakni Bukti Penerimaan Elektronik BPE dari DJP, yang berisi Informasi Nama Wajib Pajak WP Nomor Pokok Wajib Pajak NPWP Tanggal pembuatan BPE Jam pembuatan BPE Nomor Tanda Terima Elektronik NTTE Sobat Klikpajak juga akan mendapatkan NTTE resmi dari DJP sebagai bukti lapor. Untuk melaporkan SPT Tahunan Pajak Badan dengan e-Filing Klikpajak, Sobat Klikpajak cukup upload CSV formulir SPT 1771 dan PDF yang dibutuhkan. Sedangkan untuk lapor SPT Masa di setiap bulannya, hanya perlu melampirkan CSV dan PDF dari perusahaan, serta pelaporan SPT Tahunan Pribadi untuk formulir 1770, yang riwayat pelaporan setiap tahunnya dapat tersimpan dengan aman di Klikpajak. Tutorial cara lapor SPT Tahunan PPh Pribadi & SPT Tahunan PPh Badan baca di bawah ini Cara Lapor SPT PPh Pribadi di e-Filing Cara Lapor Pajak Badan Tahunan Online di e-SPT Cara dan Contoh Lapor PPH Online 23 Saya Mau Coba Gratis Klikpajak Sekarang! Perlu diingat, ketentuan pengenaan sanksi pajak terbaru diatur melalui Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja. Sesuai UU Cipta Kerja ini, berlaku tarif bunga sanksi administrasi pajak ditetapkan oleh Menteri Keuangan yang perhitungannya mengacu pada suku bunga bank sentral Indonesia Bank Indonesia/BI. Temukan ketentuan terbaru tentang perpajakan dalam UU No. 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja pada e-Book “Susunan dalam Satu Naskah UU Perpajakan UU Cipta Kerja”. Tarif Sanksi Pajak Terbaru Bicara sanksi pajak, besar tarif sanksi terbaru diatur dalam Undang-U No. 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja. Tarif bunga sanksi administrasi pajak sebagai komponen untuk menghitung besarnya sanksi atau denda pajak. Selalu perbarui tarif bunga sanksi administrasi pajak terbaru sebelum menghitung besar sanksi pajak yang di-update setiap bulannya oleh Kementerian Keuangan Kemenkeu RI. Ketahui Batas Waktu Bayar dan Lapor SPT Pajak Tak perlu bingung kapan waktunya harus bayar lapor pajak untuk menghindari sanksi atau denda telat bayar dan lapor pajak. Lebih mudah lihat semua jadwal pembayaran dan pelaporan pajak pada kalender saku di Kalender Pajak Klikpajak. Klikpajak by Mekari, Solusi Kelola Pajak Lebih Mudah & Cepat memiliki fitur lengkap dan terintegrasi yang semakin memudahkan Sobat Klikpajak melakukan aktivitas perpajakan. Klikpajak akan menghitung kewajiban pajak dengan tepat dan akurat sehingga Sobat Klikpajak terhindar dari kesalahan penghitungan yang dapat menyebabkan pengenaan sanksi denda pajak. Apa saja fitur lengkap Klikpajak yang semakin memudahkan pengelolaan perpajakan Sobat Klikpajak? Temukan di sini Fitur Lengkap Aplikasi Pajak Online untuk Kelola Pajak Bisnis yang efektif dan efisien. Jika Sobat Klikpajak membutuhkan aplikasi lain seperti mengelola keuangan dan sumber daya manusia untuk perusahaan, dapat mencoba menggunakan produk lainnya dari Mekari yang sudah saling terintegrasi. Saya Mau Coba Gratis Klikpajak Sekarang!
IzinUsaha Kantor Akuntan Publik (KAP) Dapatkan link; Facebook; Twitter; Pinterest; Email; Aplikasi Lainnya - April 17, 2018 Izin usaha KAP diberikan oleh Menteri Keuangan. Adapun syarat untuk mendapatkan izin usaha KAPadalah sebagai berikut: · Mempunyai kantor atau tempat untuk menjalankan usaha yang berdomisili di wilayah Negara Kesatuan This study aims to obtain a valid and reliable knowledge on how the Public Accounting Firm prepares fiscal financial statements by using worksheet. This research uses descriptive qualitative method that is method which aims to describe and explain data or events with qualitative explanation sentences. The qualitative research method emphasizes on observational research methods in the field. In calculating corporate tax payable, corporate income statement is needed to calculate how much earnings before taxes obtained by the company in the current year. After that, we can calculate the company's income tax payable. However, there are some differences between commercial income statement and the fiscal loss statement. So that a fiscal reconciliation is required. The fiscal reconciliation is made to make the commercial income statement in accordance with the provisions for taxation. So, it would be accepted as an income statement which is in accordance with tax rules and then it can be used for calculating income tax. Discover the world's research25+ million members160+ million publication billion citationsJoin for free Ekspansi Vol. 9, No. 2 November 2017, 199 – 216 ANALISIS DESKRIPTIF ATAS KERTAS KERJA PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN FISKAL OLEH KANTOR AKUNTAN PUBLIK “X” Arry Irawan Politeknik Negeri Bandung Setiawan Politeknik Negeri Bandung setiawan Fiesty Utami Politeknik Negeri Bandung fiesty042 Abstract This study aims to obtain a valid and reliable knowledge on how the Public Accounting Firm prepares fiscal financial statements by using worksheet. This research uses descriptive qualitative method that is method which aims to describe and explain data or events with qualitative explanation sentences. The qualitative research method emphasizes on observational research methods in the field. In calculating corporate tax payable, corporate income statement is needed to calculate how much earnings before taxes obtained by the company in the current year. After that, we can calculate the company’s income tax payable. However, there are some differences between commercial income statement and the fiscal loss statement. So that a fiscal reconciliation is required. The fiscal reconciliation is made to make the commercial income statement in accordance with the provisions for taxation. So, it would be accepted as an income statement which is in accordance with tax rules and then it can be used for calculating income tax. KeywordsWorksheet, Public Finance Report, Public Accounting Firm Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan pengetahuan yang valid dan dapat dipercaya mengenai bagaimana kita memahami kertas kerja yang dibuat oleh Kantor akuntan Publik dalam menyusun laporan keuangan fiskal. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, yaitu metode yang bertujuan untuk mendeskripsikan data apa adanya dan menjelaskan data atau kejadian dengan kalimat-kalimat penjelasan secara kualitatif. Metode penelitian kualitatif menekankan pada metode penelitian observasi di lapangan. Dalam menghitung pajak penghasilan terutang badan, diperlukan laporan laba rugi perusahaan untuk mengetahui berapa laba sebelum pajak yang didapatkan perusahaan pada tahun berjalan untuk dihitung berapa pajak penghasilan terutang perusahaan tersebut. Dikarenakan adanya perbedaan standar antara laporan laba rugi komersial dengan laporan laba rugi fiskal, maka diperlukan rekonsiliasi fiskal. Rekonsiliasi fiskal dilakukan agar laporan laba rugi komersial sesuai ketentuan perpajakan, sehingga dapat diterima sebagai laporan laba rugi yang sesuai aturan perpajakan dan dapat digunakan untuk menghitung PPh Badan Terutang. Kata Kunci Kertas Kerja, Laporan Keuangan Publik, Kantor Akuntan Publik 200 Arry Irawan, Setiawan, dan Fiesty Utami 1. PENDAHULUAN Latar Belakang Negara Indonesia adalah negara berkembang yang pernah mengalami masa-masa keemasan “oil booming” pada beberapa dasawarsa lalu. Pada masa itu penghasilan terbesar berasal dari sektor minyak dan gas. Namun masa itu telah berlalu dan sebagai komoditas yang tidak terbarukan, masa itu tidak akan terulang kembali. Saat ini yang menjadi sumber penghasilan negara yang terbesar adalah dari sektor perpajakan. Sebagai sumber penghasilan terbesar bagi negara, Indonesia wajib untuk mengamankan sektor perpajakan untuk memastikan penyelenggaraan pemerintahan dan roda pembangunan nasional tetap berjalan optimal. Tahun 1984, Indonesia melakukan reformasi dalam sektor perpajakan. Sistem perpajakan yang pada awalnya menerapkan official assessment system, diganti dengan self assessment system. Dalam self assessment system ini, tanggung jawab perpajakan lebih dititikberatkan pada peran serta dan kesadaran dari wajib pajak. Wajib pajak diberikan kepercayaan, wewenang dan tanggung jawab oleh negara agar senantiasa memiliki kemampuan untuk menghitung, memperhitungkan, membayar, melaporkan aktivitas perpajakannya serta bertanggung jawab penuh atas hal-hal yang dicantumkan oleh wajib pajak melalui Surat Pemberitahuan SPT Tahunannya. Secara hukum formal, definisi pajak dicantumkan dalam Undang-undang nomor 16 tahun 2009 tentang Ketentuan Umum Perpajakan KUP, yang menyebutkan bahwa pajak adalah kontribusi wajib kepada negara yang terutang oleh Orang Pribadi, Badan dan Bentuk Usaha Tetap yang bersifat memaksa berdasarkan Undang-undang tanpa mendapatkan imbalan secara langsung dan digunakan untuk keperluan negara dan bagi sebesesar-besarnya kemakmuran rakyat. Pajak yang dipungut oleh Pemerintah ada beberapa macam jenisnya. Yang memberikan kontribusi terbesar terhadap penghsailan dari sektor perpajakan adalah pajak penghasilan. Pajak penghasilan menjadi pajak yang kewenangan pemungutannya berada di tangan pemerintah pusat, salah satu alasannya adalah agar hasil dan penyebarannya diharapkan dapat lebih adil dan merata. Secara hukum formal, definisi pajak penghasilan dicantumkan dalam Undang-undang no. 36 tahun 2008 tentang pajak penghasilan, yang menyebutkan bahwa pajak penghasilan adalah pajak yang dikenakan atas setiap tambahan kemampuan ekonomis yang diperoleh baik oleh Orang Pribadi, Badan maupun Bentuk Usaha Tetap yang dapat digunakan untuk konsumsi atau menambah kekayaan dengan nama dan bentuk apapun. Dengan demikian dapat diketahui bahwa yang menjadi subjek pajak penghasilan adalah orang pribadi, Badan, Bentuk Usaha Tetap dan warisan yang belum terbagi WYBT. Fokus pada penelitian kali ini adalah pajak penghasilan Badan, yaitu pungutan atas penghasilan yang diperoleh atau diterima oleh sekumpulan orang dan atau modal yang merupakan kesatuan usaha baik yang melakukan usaha maupun yang tidak melakukan kegiatan usaha yang mliputi perseroan terbatas, perseroan komanditer, perseroan lainnya, BUMN, BUMD badan usaha dengan nama dan bentuk apapun, firma, kongsi, koperasi, dana pensiun, persekutuan, perkumpulan, Ekspansi 201 yayasan, organisasi massa, organisasi sosial politik atau organisasi lainnya, lembaga dan bentuk badan lainnya. Pada akhir tahun perusahaan akan melaporkan aktivitas usahanya selama satu periode operasional dengan cara menyusun laporan keuangan, yang terdiri atas Laporan Posisi Keuangan, Laporan Laba/ Rugi, Laporan Perubahan Ekuitas dan Catatan atas Laporan Keuangan. Laporan keuangan yang berhubungan langsung nilai besaran pajak yang harus dibayar oleh perusahaan adalah Laporan Laba/rugi, karena dalam laporan tersebut akan diketahui apakah perusahaan mengalami Laba atau rugi pada tahun yang sedang berjalan ini, jika laba maka akan dihitung berapa penghasilan kena pajaknya dan pajak terutangnya pada tahun berjalan tersebut. Namun pada kenyataannya, Laporan Laba/rugi yang disusun oleh perusahaan biasanya disusun hanya semata-mata hanya mendasarkan pada ketentuan yang diatur berdasarkan pada prinsip akuntansi yang berlaku umum, yaitu Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan PSAK dan mengabaikan ketentuan dalam penyusunan Laporan Keuangan berdasarkan Undang-undang Perpajakan. Laporan Laba/Rugi yang disusun berdasarkan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan PSAK biasa disebut Laporan Laba/Rugi komersil, sedangkan Laporan Laba/Rugi yang disusun berdasarkan Undang-undang Perpajakan biasa disebut Laporan Laba/Rugi fiskal. Laporan Laba/Rugi fiskal inilah yang dijadikan dasar oleh Kantor Pelayanan Pajak untuk menentukan berapa penghasilan kena pajaknya dan pajak terutangnya suatu perusahaan pada tahun berjalan, bukan laporan Laba/rugi komersial. Perbedaan antara laporan Laba/rugi komersial dengan laporan Laba/rugi fiskal ada yang bersifat tetap dan ada yang bersifat sementara. Tidak ada yang salah dengan laporan Laba/rugi komersil yang disusun oleh perusahaan, yang diperlukan hanyalah penyesuaian diantara kedua laporan Laba/rugi tersebut, yang dikenal dengan istilah rekonsiliasi fiskal. Rekonsiliasi fiskal perlu dilakukan agar Laporan Keuangan komersil sesuai dengan Undang-undang perpajakan, sehingga dapat diterima dan digunakan untuk menghitung dan memperhitungkan pajak terutang dari suatu perusahaan. Tidak semua perusahaan mempunyai kemampuan dan staf SDM yang dapat melakukan rekonsiliasi fiskal, mengingat kemampuan yang dipersyaratkan untuk dikuasai harus keduanya, yaitu memahami akuntansi dan perpajakan sekaligus, tidak boleh hanya salah satunya. Kantor Akuntan Publik KAP atau Kantor Jasa Akuntansi KJA tidak hanya memberikan layanan memberikan opini atas laporan keuangan atau audit atas laporan keuangan, tapi juga memberikan layanan membantu membuat laporan keuangan untuk tujuan perpajakan. Dengan demikian KAP dan atau KJA akan menjadi pilihan sebagian besar perusahaan untuk melakukan rekonsiliasi fiskal agar hasilnya bisa akurat dan sesuai dengan aturan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan maupun Undang-undang Perpajakan dan pada akhirnya dapat digunakan untuk menghitung dan memperhitungkan pajak terutang dari suatu perusahaan. Dalam melakukan rekonsiliasi fiskal, akuntan pada KAP maupun KJA akan menyusun rekonsiliasi fiskal dengan menggunakan media kertas kerja atau work sheet rekonsiliasi fiskal, yang biasanya lebih banyak hanya menggunakan pendekatan 202 Arry Irawan, Setiawan, dan Fiesty Utami kuantitatif dan jarang menggunakan pendekatan kualitatif apalagi mendeskripsikan kertas kerja rekonsiliasi fiskalnya. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan di atas, maka dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut 1 Apa sajakah akun-akun dalam laporan laba rugi komersial perusahaan yang termasuk ke dalam akun-akun yang harus dilakukan rekonsiliasi fiskal; 2 Bagaimana penyusunan laporan laba rugi fiskal dan perhitungan PPh Terutang Badan pada perusahaan yang sesuai dengan peraturan perpajakan yang berlaku. Bagaimana analisa deskriptif atas kertas kerja kerja penyusunan Laporan Keuangan Fiskal oleh Kantor Akuntan Publik “X” 2. KAJIAN PUSTAKA Laporan Keuangan Komersil dan Laporan Keuangan Fiskal Definisi Laporan Keuangan Komersial dan Laporan Keuangan Fiskal Laporan keuangan komersial adalah laporan keuangan yang disusun oleh perusahaan untuk kebutuhan internal dan eksternal perusahaan dalam pengambilan keputusan yang berkaitan dengan keberlangsungan perusahaan. PSAK Nomor 1 revisi 2009 mendefinisikan laporan keuangan sebagai berikut “Laporan keuangan adalah suatu penyajian terstruktur dari posisi keuangan dan kinerja keuangan suatu entitas. Tujuan laporan keuangan adalah memberikan informasi mengenai posisi keuangan, kinerja keuangan, dan arus kas entitas yang bermanfaat bagi sebagian besar kalangan pengguna laporan dalam pembuatan keputusan ekonomi. Laporan keuangan juga menunjukkan hasil pertanggungjawaban manajemen atas penggunaan sumber daya yang dipercayakan kepada mereka.” Dalam kaitannya dengan akuntansi perpajakan, laporan keuangan yang cukup penting dan harus disesuaikan untuk tujuan perpajakan adalah yaitu laba rugi. Output dari laporan laba rugi ini adalah dihasilkannya laba bersih komersial yang merupakan besarnya laba yang dihitung oleh Wajib Pajak sesuai dengan system serta prosedur pembukuan yang wajar yang diakui dalam SAK. Menurut Muljono 201064, “laba bersih secara komersial mencerminkan kondisi keuangan sesungguhnya yang didapat dari kegiatan perusahaan, yang dapat ditelusuri kebenarannya dari berbagai arus, seperti arus kas, arus bank, dan yang lainnya sesuai kondisi pembukuan yang dilaksanakan oleh wajib pajak.” Hubungan Laporan Keuangan Komersial dan Laporan Keuangan Fiskal Laporan keuangan komersial dengan laporan keuangan fiskal memiliki peraturan masing-masing dalam menentukan penghasilan dan biaya. Jika laporan keuangan komersial disusun berdasarkan Standar Akuntansi Keuangan/SAK ETAP untuk memberikan informasi mengenai kinerja perusahaan dalam jangka waktu tertentu, maka laporan keuangan fiskal disusun bedasarkan peraturan perpajakan yang Ekspansi 203 digunakan untuk menghitung besarnya pajak yang harus dibayar, sehingga terjadi perbedaan antara laporan keuangan komersial dan laporan keuangan fiskal. Untuk mencocokan perbedaan yang terdapat dalam laporan keuangan komersial dan laporan keuangan fiskal perlu dilakukan rekonsiliasi fiskal. Menurut Waluyo 201139, ada tiga pendekatan untuk menyusun laporan keuangan fiskal yaitu 1 Pendekatan terpisah separated approach yaitu wajib pajak membukukan segala transaksi berdasarkan prinsip pajak untuk menghitung PPh terutang dan bedasarkan prinsip akuntansi untuk keperluan komersial. 2 Pendekatan kedua extra-compatible approach yaitu wajib pajak membukukan semua transaksi hanya bedasarkan prinsip akuntansi, kemudian pada akhir tahun wajib pajak melakukan rekonsiliasi terhadap laporan keuangan komersial tersebut agar sesuai dengan Undang-Undang Pajak Penghasilan yang digunakan untuk menghitung PPh terhutang. 3 Pendekatan ketiga menyatakan ketentuan perpajakan sebagai sisipan Standar Akuntansi Keuangan atau pendekatan dengan prinsip common basis. Dalam dasar ini laporan keuangan disusun mengikuti standar akuntansi keuangan, tetapi apabila terdapat aturan lain dalam akuntansi komersial, maka preferensi diberikan pada ketentuan perpajakan. Jadi laporan keuangan komersial terkait dengan laporan keuangan fiskal karena laporan keuangan komersial digunakan oleh wajib pajak sebagai dasar melakukan rekonsiliasi fiskal untuk menghasilkan laporan keuangan fiskal. Rekonsiliasi Fiskal Definisi Rekonsiliasi Fiskal Dalam perhitungan pajak penghasilan, adanya perbedaan pengakuan penghasilan dan biaya antara akuntansi komersial dan fiskal dapat menimbulkan perbedaan dalam menghitung besarnya penghasilan kena pajak pula. Muljono 201064 mengatakan bahwa yang membedakan antara laba secara komersial dengan penghasilan kena pajak adalah dilakukannya rekonsiliasi fiskal terhadap laba secara komersial. Terjadinya beberapa perbedaan antara Standar Akuntansi Keuangan/SAK ETAP dengan Peraturan Perpajakan karena adanya berbagai kepentingan dari negara dalam memanfaatkan pajak sebagai salah satu komponen kebijakan fiskal. Rekonsiliasi koreksi fiskal adalah proses penyesuaian atas laba komersial yang berbeda dengan ketentuan fiskal untuk menghasilkan penghasilan neto/laba yang sesuai dengan ketentuan pajak. Menurut Sukrino dan Trisnawati 2011218, Rekonsiliasi koreksi fiskal adalah rekonsiliasi yang dilakukan akibat adanya perbedaan antara laba/rugi komersial menurut Standar Akuntansi Keuangan/SAK ETAP dengan laba/rugi fiskal menurut ketentuan perpajakan.Tujuannya adalah untuk membuat laba/rugi komersial menjadi sesuai dengan peraturan perpajakan yang berlaku. Rekonsiliasi fiskal dilakukan oleh Wajib Pajak WP yang pembukuannya menggunakan pendekatan akuntansi komersial, yang bertujuan mempermudah mengisi Surat Pemberitahuan SPT Tahunan Pajak Penghasilan PPh, dan menyusun 204 Arry Irawan, Setiawan, dan Fiesty Utami laporan keuangan fiskal yang harus dilampirkan pada saat menyampaikan SPT Tahunan PPh. Menurut penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa rekonsiliasi fiskal adalah penyesuaian laporan laba rugi komersial dengan dasar ketentuan perpajakan yang berlaku agar dapat menghitung pajak penghasilan terutang. Penyebab Timbulnya Rekonsiliasi Fiskal Perbedaan penghasilan dan biaya menurut akuntansi atau komersial dan menurut fiskal dapat dikelompokan menjadi perbedaan tetap dan perbedaan waktu. Menurut Muljono 201065 rekonsiliasi fiskal terjadi karena adanya perbedaan pengakuan secara komersial dan secara fiskal, yang dapat berupa 1 Beda Tetap terjadi apabila terdapat transaksi yang diakui oleh Wajib Pajak sebagai penghasilan atau sebagai biaya dalam akuntansi secara komersial yang diatur dalam SAK. Namun demikian, berdasarkan ketentuan peraturan perpajakan, transaksi tersebut bukan merupakan penghasilan atau bukan merupakan biaya, atau sebagian merupakan penghasilan atau sebagian merupakan biaya. 2 Beda Waktu terjadi karena adanya perbedaan pengakuan waktu secara komersial dibandingkan dengan secara fiskal, misalnya dalam ketentuan masa manfaat aktiva yang dilakukan penyusutan atau amortisasi. Resmi 2011373 mengatakan bahwa perbedaan tetap terjadi karena transaksi-transaksi pendapatan dan biaya diakui menurut akuntansi atau komersial dan tidak diakui menurut fiskal. Perbedaan tetap ini mengakibatkan laba rugi bersih menurut akuntansi berbeda dengan penghasilan kena pajak menurut fiskal atau perpajakan. Sedangkan perbedaan waktu terjadi karena perbedaan waktu pengakuan pendapatan dan biaya dalam menghitung laba atau rugi perusahaan. Suatu biaya atau penghasilan telah diakui menurut akuntansi komersial dan belum diakui menurut fiskal, atau sebaliknya. Jenis Rekonsiliasi Fiskal Rekonsiliasi fiskal dapat berupa rekonsiliasi positif dan negatif. Menurut Muljono 201065, “Rekonsiliasi positif adalah rekonsiliasi fiskal yang mengakibatkan adanya pengurangan biaya menjadi semakin kecil, atau berakibat adanya penambahan penghasilan.” Rekonsiliasi positif dilakukan berkaitan dengan transaksi berikut ini 1 Penghasilan yang termasuk sebagai objek pajak yang di atur dalam Pasal 4 ayat 1 Undang-Undang Pajak Penghasilan, tetapi metode pengakuannya tidak sesuai dengan ketentuan perpajakan dan diakui lebih kecil daripada ketentuan perpajakan. 2 Penyusutan yang jumlahnya melebihi jumlah berdasarkan metode penghitungan yang sudah ditetapkan dalam Pasal 10 UU No. 36 Tahun 2008 tentang Pajak Penghasilan. 3 Biaya yang ditangguhkan pengakuannya 4 Biaya tidak berkaitan langsung dengan kegiatan usaha. 5 Biaya bukan pengurang penghasilan kena pajak. Ekspansi 205 6 Biaya yang dapat dikurangkan berdasarkan Pasal 6 Undang-Undang Pajak Penghasilan, tetapi metode pengakuannya tidak sesuai dengan ketentuan perpajakan dan diakui lebih besar daripada ketentuan perpajakan. 7 Biaya berkaitan penghasilan bukan merupakan objek pajak. 8 Biaya berkaitan penghasilan sudah dikenakan PPh Final. Sedangkan rekonsiliasi negatif adalah rekonsiliasi fiskal yang berakibat adanya penambahan biaya yang telah diakui dalam laporan laba-rugi komersial, atau yang berakibat dengan adanya pengurangan penghasilan. Rekonsiliasi negatif dilakukan akibat adanya 1 Penghasilan yang termasuk sebagai objek pajak yang di atur dalam Pasal 4 ayat 1 Undang-Undang Pajak Penghasilan, tetapi metode pengakuannya tidak sesuai dengan ketentuan perpajakan dan diakui lebih besar daripada ketentuan perpajakan. 2 Keuntungan karena pembebasan hutang sampai dengan jumlah tertentu yang ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah. 3 Penghasilan yang tidak termasuk objek pajak, 4 Penghasilan yang dikenakan PPh final. 5 Penghasilan yang ditangguhkan pengakuannya. 6 Biaya yang dapat dikurangkan berdasarkan Pasal 6 Undang-Undang Pajak Penghasilan, tetapi metode pengakuannya tidak sesuai dengan ketentuan perpajakan dan diakui lebih kecil daripada ketentuan perpajakan. Teknik Rekonsiliasi Fiskal Teknik Rekonsiliasi Fiskal menurut Resmi 2007344 dilakukan dengan cara berikut 1 Jika suatu penghasilan diakui menurut akuntansi tetapi tidak diakui menurut fiskal, rekonsiliasi dilakukan dengan mengurangkan sejumlah penghasilan tersebut dari penghasilan menurut fiskal, yang berarti mengurangi laba menurut fiskal. 2 Jika suatu penghasilan tidak diakui menurut akuntansi tetapi diakui menurut fiskal, rekonsiliasi dilakukan dengan menambahkan sejumlah penghasilan tersebut dari penghasilan menurut fiskal, yang berarti mengurangi laba menurut fiskal. 3 Jika suatu biaya/pengeluaran diakui menurut akuntansi tetapi tidak diakui sebagai pengurang penghasilan bruto menurut fiskal, rekonsiliasi dilakukan dengan mengurangkan sejumlah biaya/pengeluaran tersebut dari biaya menurut fiskal, yang berarti menambah laba menurut fiskal. 4 Jika suatu biaya/penghasilan tidak diakui menurut akuntansi tetapi diakui sebagai pengurang penghasilan bruto menurut fiskal, rekonsiliasi dilakukan dengan menambahkan sejumlah biaya/pengeluaran tersebut pada biaya menurut fiskal, yang berarti mengurang laba menurut fiskal. Kertas kerja rekonsiliasi fiskal dapat dibuat dengan format sebagai berikut 206 Arry Irawan, Setiawan, dan Fiesty Utami Format 1 Wajib Pajak X Rekonsiliasi Fiskal Tahun 20xx Laba Bersih menurut akuntansi xx Rekonsiliasi Positif - xx Total Rekonsiliasi Positif xx + Rekonsiliasi Negatif - xx Total Rekonsiliasi Positif xx - Penghasilan Laba Kena Pajak menurut fiskal xx Perbedaan dimasukkan sebagai rekonsiliasi positif apabila  Pendapatan menurut fiskal lebih besar daripada menurut akuntansi atau suatu penghasilan diakui menurut fiskal tetapi tidak diakui menurut akuntansi.  Biaya/pengeluaran menurut fiskal lebih kecil daripada menurut akuntansi atas suatu biaya/pengeluaran tidak diakui menurut fiskal tetapi diakui menurut akuntansi. Perbedaan dimasukkan sebagai rekonsiliasi negatif apabila  Pendapatan menurut fiskal lebih kecil daripada menurut akuntansi atau suatu biaya/pengeluaran tidak diakui menurut fiskal tetapi diakui menurut akuntansi.  Biaya/pengeluaran menurut fiskal lebih besar daripada menurut akuntansi atau suatu penghasilan diakui menurut fiskal tetapi tidak menurut akuntansi. Format 2 Wajib Pajak X Rekonsiliasi Fiskal Tahun 20xx Laba Bersih Sebelum Pajak Laba / Penghasilan Kena Pajak Ekspansi 207 Rekonsiliasi fiskal dilakukan oleh Wajib Pajak badan dan Wajib Pajak orang pribadi yang wajib menyelenggarakan pembukuan dengan menggunakan pendekatan akuntansi komersial. Rekonsiliasi fiskal dilakukan untuk mempermudah pengisian Surat Pemberitahuan SPT Tahunan PPh dan menyusun laporan keuangan fiskal sebagai lampiran SPT Tahunan PPh. 3. METODOLOGI PENELITIAN Kegunaan Penelitian Penelitian ini akan memberikan panduan bagi pihak-pihak yang ingin menyusun laporan keuangan fiskal dengan mendasarkan pada laporan keuangan komersil yang sudah ada dengan bantuan kertas kerja yang biasa digunakan oleh kantor akuntan publik dalam menyusun laporan keuangan fiskal. Metode Penelitian Proses analisis data dimulai dengan menelaah seluruh data yang tersedia dari berbagai sumber, yaitu wawancara, dokumen pribadi, dokumen resmi, dan sebagainya. Hal yang pertama-tama dilakukan oleh penulis adalah mengumpulkan sejumlah data yang berhubungan dengan penyusunan laporan laba rugi komersial perusahaan dan perpajakan serta informasi tambahan lainnya kemudian dipelajari secara seksama lalu dilakukan reduksi data dengan melakukan proses pemilihan, pemusatan perhatian pada penyederhanaan masalah dan transformasi data kasar yang diambil dari perusahaan, lalu membuang data-data yang dianggap tidak berhubungan dengan pokok persoalan sehingga menghasilkan data yang memang benar-benar dibutuhkan untuk proses analisis. Proses selanjutnya adalah melakukan rekonsiliasi fiskal atas laporan laba rugi perusahaan dengan menganalisis biaya dan penghasilan yang dapat dikurangkan atau ditambahkan, sehingga menghasilkan Laporan Keuangan Fiskal yang berisi laba bersih sebelum pajak yang sesuai dengan aturan perpajakan. Lalu setelah mendapatkan laba bersih sebelum pajak yang sesuai dengan peraturan perpajakan, menghitung pajak terutang badan perusahaan sesuai dengan tarif pajak untuk badan yang telah ditetapkan oleh Undang-Undang. Rancangan Penelitian Alat analisis data yang digunakan dalam penyusunan laporan laba rugi fiskal adalah menggunakan format kertas kerja rekonsiliasi fiskal untuk memudahkan penulis dalam mengidentifikasi pos-pos akun yang dilakukan koreksi fiskal positif dan negatif dan menghitung berapa nominal yang benar sesuai aturan perpajakan untuk masing-masing pos akun, sehingga dapat dengan mudah disusun laporan laba rugi fiskal dan diketahui berapa laba sebelum pajak menurut fiskal atau perpajakan. Berikut adalah format kertas kerja rekonsiliasi fiskal yang digunakan dalam penelitian ini 208 Arry Irawan, Setiawan, dan Fiesty Utami Format Kertas Kerja Rekonsiliasi Fiskal Wajib Pajak X Rekonsiliasi Fiskal Tahun 20xx Laba Bersih Sebelum Pajak Laba penghasilan Kena Pajak Paradigma Penelitian Adapun paradigma penelitian ini dapat diilustrasikan melalui gambar di bawah ini. Gambar 1. Paradigma Penelitian Sumber Rancangan Peneliti 4. HASIL DAN PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN Hasil Penelitian PT. Y Laporan Laba Rugi Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 2015 dalam Rp, ribuan penuh Penghasilan dari usaha dalam negeri Ekspansi 209 Gaji,Upah, THR, Tunjangan lainnya Alat Tulis dan Biaya Kantor Biaya Konsumsi jamuan tamu Penghasilan di luar usaha Total Penghasilan di luar usaha Laba netto penghasilan netto dalam negeri Penghasilan dari luar negeri Bunga obligasi dari Singapura Total Penghasilan dari luar negeri Persediaan barang dagangan, 1 Januari 2015 Pembelian netto tahun 2015 Persediaaan Barang dagangan, 31 Desember 2015 Informasi yang digunakan sebagai dasar penyesuaian laba/rugi fiskal 1 Dalam penjualan tidak memasukkan penjualan kepada karyawan sendiri sebesar yang dibayar dengan pemotongan gaji tiap bulan. 2 Dalam gaji, upah, THR dan tunjangan lain terdapat dan biaya pengobatan karyawan senilai 210 Arry Irawan, Setiawan, dan Fiesty Utami 3 Dalam biaya perjalanan dinas terdapat bukti-bukti pendukung atas nama keluarga pemilik perusahaan sebesar 4 Dalam biaya promosi terdapat sumbangan yang tidak ada hubungannya dengan operasi perusahaan sebesr Rp. 5 Pajak sebesar merupakan angsuran pasal 25 bulanan selam tahun ini. 6 Pengeluaran berupa biaya representasi tanpa adanya bukti pihak eksternal. 7 Biaya royalti sebesar Rp. yang ada bukti pendukungnya dari eksternal sebesar Rp. 8 Piutang yang benar-benar tak tertagih dan telah memenuhi syarat untuk diakui sebagai piuang tak tertagih menurut perpajakan dlam tahun ini Rp. 9 Perusahaan mempunyai asset tetap sbb  Mesin produksi pembelian tgl 1 Januari 2010 seharga Rp. umur ekonomis ditetapkan 10 tahun.  Kendaraan pembelian tgl 31 Dedember 2010 seharga Rp. umur ekonomis ditetapkan 10 tahun.  Komputer pembelian tanggal 6 Maret 2012, seharga Rp. umur ekonomis ditetapkan 5 tahun.  Inventaris pembelian tanggal 1 Januari 2010 seharga Rp. umur ekonomis ditetapkan 8 tahun.  Bangunan permanen selesai dibangun dan siap digunakannya sejak 31 Desember 2009 senilai umur ekonomis ditetapkan 20 tahun. Berdasarkan kebijakan manajemen mesin produksi mempunyai nilai residu 10% dari HPP, sedangkan asset tetap lain 20% dari HPP. Metode penghitungan penyusutan yang digunakan adalah garis lurus. Menurut aturan fiskal, mesin produksi, kendaraan, komputer dan inventaris merupakan asset berwujud kelompok II. Perusahaan menggunakan metode garis lurus dalam penyusutan fiskal.  Dalam biaya lain-lain terdapat biaya rekreasi karyawan Rp.  Penghasilan sewa pada penghasilan luar usaha sebesar Rp. terdiri atas sewa bangunan senilai sewa atas peralatan pabrik senilai dan sewa atas kendaraan Penghasilan sewa ini diterima diterima setiap tahun untuk beberapa tahun.  Dividen sebesar terdiri atas dividen kas dari penyertaan saham 20% pada dan dividen kas atas penyertaan saham 30% pada sebesar Info lain untuk pengisian SPT tahunan PPh adalah sbb 1 selama tahun 2015 telah menjual sebagian hasil produksinya ke BUMN senilai termasuk PPN. 2 PT. Y telah memiliki API dan mengimpor bahan bakunya dari Jepang dengan harga faktur $ Freight dan insuranve $ dan $ BM 5% dari CIF, BMT 20%, PPh pasal dan BM telah dibayar. Ekspansi 211 3 Tarif laba di Kanada dan Singapura adalah 40% dan 20%. 4 Total angsuran PPh pasal 25 sebesar dibayar tiap bulan dengan nilai sama dari Maret hingga Desember 2015. 5 Laba/ rugi fisal 3 tahun terakhir Rugi fiskal tahun 2013 sebesar Laba fiskal tahun 2014 sebesar Rp Laba fiskal tahun 2015 sebesar Rp. Sisa rugi tahun 2013 akan dikompensasikan seluruhnya pada tahun 2015. 6 Data Pemegang Saham  PT. Z saham biasa lembar lembar  saham biasa lembar Rp. / lembar  Tn. M saham biasa lembar Rp. / lembar Menyusun Laporan Rekonsiliasi Fiskal Tahun pajak 2015 dengan dasar Data Laporan Laba / Rugi Komersial. PT. Y Rekonsiliasi Fiskal Perhitungan Laba/Rugi Tahun Pajak 2015 dalam ribuan rupiah Penghasilan Usaha Dalam Negeri Gaji,Upah, THR, Tunjangan lainnya Alat Tulis dan Biaya Kantor 212 Arry Irawan, Setiawan, dan Fiesty Utami Biaya Konsumsi jamuan tamu Penghasilan di luar usaha Total Penghasilan di luar usaha Laba netto penghasilan netto dalam negeri Penghasilan dari luar negeri Bunga obligasi dari Singapura Total Penghasilan dari luar negeri Pembahasan Hasil Penelitian Dari kertas kerja penyusunan Laporan Keuangan Fiskal oleh Kantor Akuntan Publik “X”, maka Analisis Deskriptifnya adalah sebagai berikut 1 Yang termasuk nilai penjualan adalah penjualan kepada semua pembeli dengan cara kredit ataupun tunai dan dengan basis akrual, artinya penjualan diakui saat penyerahan barang atau adanya transaksi disertai komitmen utang-piutang antara penjual dan pembeli meskipun belum ada penyerahan uang. Penjualan kepada karyawan yang pembayarannya tidak dilakukan pada saat transaksi penyerahan barang tetap diakui sebagai penjualan tahun 2015. Dalam rekonsiliasi fiskal, penjualan kepada karyawan sebesar Rp. akan menambah penghasilan menurut fiskal, dan selanjutnya berpengaruh meningkatkan laba kena pajak koreksi positif. 2 Imbalan dalam bentuk natura beras dan pengobatan tidak boleh dikurangkan dari penghasilan bruto karena termasuk ke akun yang ada pada pasal 9 non deductible expenses UU 36 tahun 2008 tentang pajak penghasilan. Oleh karena itu dalam rekonsiliasi fiskal jumlah tersebut harus dikurangkan dari biaya menurut akuntansi, yang berarti berpengaruh menaikkan laba kena pajak koreksi positif. Ekspansi 213 3 Biaya yang dikeluarkan untuk perjalanan dinas anggota keluarga pemegang saham digolongkan sebagai untuk kepentingan pribadi prive dengan nilai tidak boleh dikurangkan dari penghasilan bruto karena termasuk ke akun yang ada pada pasal 9 non deductible expenses UU 36 tahun 2008 tentang pajak penghasilan. Oleh karena itu, dalam rekonsiliasi fiskal, jumlah biaya tersebut harus dikurangkan dari biaya menurut akuntansi, yang berarti berpengaruh menaikkan laba kena pajak koreksi positif. 4 Sumbangan untuk berbagai kepentingan kepada pihak-pihak yang tidak memiliki kepentingan kerja, usaha kepemilikan dan penguasaan merupakan biaya yang tidak boleh dikurangkan dari penghasilan bruto. Biaya sumbangan sebesar dalam biaya promosi / iklan harus dikurangkan dari biaya menurut akuntansi, yang berarti berpengaruh menaikkan laba kena pajak koreksi positif. 5 Pajak penghasilan yang dibayarkan oleh wajib pajak tidak boleh dikurangkan dari penghasilan bruto wajib pajak sesuai pasal 9 ayat 1 UU PPh. Total angsuran PPh pasal 25 sebesar yang dibayarkan oleh wajib pajak dalam tahun 2015 tidak boleh dimasukkan sebagai biaya tahun 2015. Oleh karena itu, dalam rekonsiliasi fiskal jumlah tersebut dikuangkan dari biaya menurut akuntansi, yang berarti menaikkan laba kena pajak koreksi positif. 6 Biaya atau pengeluaran yang tidak dilengkapi daftar nominatifnya biaya representasi sebesar merupakan non deductabe expense. Dalam rekonsiliasi fiskal, jumlah biaya tersebut harus dikurangkan dari biaya menurut akuntansi, yang berarti berpengaruh menaikkan laba kena pajak pajak koreksi positif. 7 Beban royalty sebesar Rp. merupakan non deductabe expense. Dalam rekonsiliasi fiskal, jumlah biaya tersebut harus dikurangkan dari biaya menurut akuntansi, yang berarti berpengaruh menaikkan laba kena pajak pajak koreksi positif. 8 Menurut standar akuntansi, perusahaan diperbolehkan membentuk cadangan kerugian piutang pada setiap akhir tahun untuk mengantisipasi besarnya piutang yang tidak dapat ditagih pada tahun berikutnya. Perusahaan membentuk cadangan sebesar Rp pada akhir tahun 2015, sehingga dalam laporan laba/rugi tampak kerugian piutang tak tertagih sebesar Rp Hal tersebut berbeda dengan ketentuan perpajakan Indonesia yang menyatakan bahwa kerugian piutang yang boleh diakui adalah sejumlah piutang yang nyata-nyata tidak dapat ditagih pada tahun 2015. Oleh karena itu piutang yang secara nyata-nyata tidak dapat ditagih menurut ketentuan perpajakan adalah maka biaya kerugian menurut akuntansi harus dikurangi sebesar Rp. Yang berarti berpengaruh menaikkan laba kena pajak pajak koreksi positif. 9 Penyusutan menurut akuntansi kemungkinan akan berbeda dengan penyusutan menurut perpajakan, karena terdapat perbedaan dalam metode penyusutan, pengakuan nilai sisa, taksiran masa manfaat/umur ekonomis. Penghitungan penyusutan tahun 2015 menurut fiskal harus sesuai ketentuan pasal 11 UU no. 36 tahun 2008 tentang PPh. Dalam rekonsiliasi fiskal, biaya penyusutan menurut 214 Arry Irawan, Setiawan, dan Fiesty Utami akuntansi harus ditambah dengan Hal ini berarti mengurangi laba kena pajak koreksi negatif. 10 Rekreasi karyawan termasuk akun yang tidak boleh dikurangkan dari penghasilan bruto karena termasuk ke akun yang ada pada pasal 9 non deductible expenses UU 36 tahun 2008 tentang pajak penghasilan. Oleh karena itu, dalam rekonsiliasi fiskal, jumlah tersebut harus dikurangkan dari biaya menurut akuntansi, yang berarti berpengaruh menaikkan laba kena pajak koreksi positif. 11 Penghasilan berupa sewa tanah dan atau bangunan adalah penghasilan yang dikenakan pajak bersifat final. Oleh karena bersifat final, maka jumlah pajak yang telah dipotong tersebut tidak dapat dikreditkan dari nilai total PPh yang terutang pada akhir tahun, sehingga penghasilan tersebut juga tidak perlu diperhitungkan dalam menentukan laba kena pajak. Dalam koreksi fiskal, penghasilan berupa sewa atas bangunan sebesar dikurangkan dari penghasilan sewa menurut akuntansi, hal ini berarti mengurangi laba kena pajak Koreksi negatif. Dividen yang diperoleh atau diterima perseroan terbatas sebagai wajib pajak dalam negeri bukan merupakan objek pajak, sesuai pasal 4 ayat 3 UU no. 36 tentang PPh bila penyertaanya melebihi 25% dari total disetor. Dividen yang diterima sebesar harus dikurangkan dari penghasilan dividen menurut akuntansi, yang berarti akan menurunkan laba kena pajak koreksi negatif, sedangkan dividen yang sebesar merupakan objek kena pajak karena penyertaannya kurang dari 25%. 5. PENUTUP Kesimpulan Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mengidentifikasi akun-akun yang direkonsiliasi fiskal serta mengetahui laporan laba rugi fiskal dan PPh terutang badan serta memberikan analisa deskriptif atas kertas kerja yang dibuat oleh akuntan dalam penyusunan laporan keuangan fiskal. Laporan keuangan komersial dengan laporan keuangan fiskal memiliki peraturan masing-masing dalam menentukan penghasilan dan biaya. Jika laporan keuangan komersial disusun berdasarkan Standar Akuntansi Keuangan/SAK ETAP untuk memberikan informasi mengenai kinerja perusahaan dalam jangka waktu tertentu, maka laporan keuangan fiskal disusun bedasarkan peraturan perpajakan yang digunakan untuk menghitung besarnya pajak yang harus dibayar, sehingga terjadi perbedaan antara laporan keuangan komersial dan laporan keuangan fiskal. Dalam penelitian ini, akuntan di KAP X telah menyusun laporan keuangan fiscal yang dilengkapi dengan 12 poin analisis deskriptif. Adapun beberapa poin penting dari analisis deskriptif tersebut antara lain penjualan yang pembayarannya tidak dilakukan pada saat transaksi penyerahan barang tetap diakui sebagai penjualan basis akrual, kerugian piutang yang boleh diakui adalah sejumlah piutang yang nyata-nyata tidak dapat ditagih, dividen yang diperoleh atau diterima PT sebagai WP dalam negeri bukan merupakan objek pajak, dab yang termasuk ke dalam non deductible expenses ialah imbalan dalam bentuk natura, biaya perjalanan dinas anggota keluarga pemegang Ekspansi 215 saham, sumbangan untuk pihak yang tidak memiliki kepentingan kerja, PPh yag dibayarkan oleh WP, biaya yang tidak dilengkapi daftar nominatifnya, beban royalty, dan rekreasi karyawan. Saran Dari kesimpulan yang telah diuraikan di atas, maka penulis memberikan saran sebagai berikut 1 Memperkecil atau meminimalkan koreksi positif atas biaya-biaya yang ada dengan mematuhi setiap peraturan perpajakan yang ada seperti, membuat daftar nominatif untuk biaya entertainment atau representatif, karena jumlah biaya tersebut cukup besar nilainya/material. 2 Agar biaya lain-lain tidak dikoreksi fiskal positif seluruhnya, maka sebaiknya biaya-biaya tersebut dibuatkan rinciannya serta dipisahkan antara biaya yang boleh dikurangkan dengan biaya yang tidak boleh dikurangkan. 3 Sebaiknya karyawan pada divisi akuntansi dan pajak harus selalu mengetahui setiap perkembangan peraturan perpajakan terbaru atau perubahan-perubahan peraturan pajak yang dilakukan oleh Dirjen Pajak, apabila tidak demikian maka setiap kelalaian akan mendapatkan sanksi pajak. Sebaiknya Peraturan Pajak ditaati dengan semestinya, karena setiap pelanggaran yang dilakukan oleh wajib pajak akan dikenakan sanksi pajak. DAFTAR PUSTAKA Agoes, Sukrino dan Estralita Trisnawati. 2010. Akuntansi Perpajakan, Edisi 2 Revisi. Jakarta Salemba Empat. Ikatan Akuntan Indonesia. 2009. Standar Akuntansi Keuangan. Jakarta Salemba Empat. Ikatan Akuntan Indonesia. 2010. Exposure Draft PSAK 46 Pajak Penghasilan. Ikatan Akuntan Indonesia. 2014. Modul Pelatihan Pajak Terapan Brevet A dan B Terpadu Ikatan Akuntan Indonesia. 2014. Susunan Dalam Satu Naskah Undang-Undang Perpajakan Jasmine Aviriani. 2015. Teknik Rekonsiliasi Fiskal untuk Menyusun Laporan Laba Rugi Fiskal tahun 2014 pada PT DAMACO. Tugas Akhir. Politeknik Negeri Bandung. Muljono, Djoko. 2010. Panduan Brevet Pajak Pajak Penghasilan. Yogyakarta Andi Resmi, Siti. 2011. Perpajakan Teori dan Kasus, Buku 1, Edisi 6. Jakarta Salemba Empat. Waluyo. 2013. Perpajakan Indonesia. Jakarta Salemba Empat. _________. Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2008 Tentang Pajak Penghasilan _________. Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2009 Tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan 216 Arry Irawan, Setiawan, dan Fiesty Utami _________. Keputusan Menteri Keuangan Nomor KMK-466/ tentang Penyediaan Makanan dan Minuman Bagi Seluruh Pegawai dan Penggantian atau Imbalan Sehubungan dengan Pekerjaan atau Jasa Yang Diberikan dalam Bentuk Natura dan Kenikmatan di Daerah Tertentu Serta Yang Berkaitan Dengan Pelaksanaan Pekerjaan Yang Dapat Dikurangkan Dari Penghasilan Bruto Pemberi Kerja. _________. Keputusan Menteri Keuangan No. 51/ tentang Pemotongan Pajak Penghasilan Atas Bunga Deposito Dan Tabungan Serta Diskonto Sertifikat Bank Indonesia. _________. Surat Edaran Dirjen Pajak Nomor SE-27/ tentangBiaya Entertainment dansejenisnya Seri PPhUmumNomor 18. Surat Edaran Dirjen Pajak Nomor SE-09/ tentang Perlakuan Pajak Penghasilan atas Biaya Pemakaian Telepon Seluler dan Kendaraan Perusahaan. _________. Surat Edaran Dirjen Pajak Nomor S-29/ tentang Penegasan Pengenaan PPh Atas Potongan Harga Dan Insentif Penjualan. _________. Keputusan Direkur Jenderal Pajak KEP-220/PJ./2002 tentang Perlakuan Pajak Penghasilan Atas Biaya Pemakaian Telepon Seluler Dan Kendaraan Perusahaan. _________. Peraturan Pemerintah Nomor 131 Tahun 2000 tentang Pajak Penghasilan Atas Bunga Deposito Dan Tabungan Serta Diskonto Bank Indonesia. _________. Surat Edaran Dirjen Pajak Nomor SE-09/ tentang Perlakuan Pajak Penghasilan atas Biaya Pemakaian Telepon Seluler dan Kendaraan Perusahaan. _________. Surat Edaran Dirjen Pajak Nomor S-29/ tentang Penegasan Pengenaan PPh Atas Potongan Harga Dan Insentif Penjualan. _________. Keputusan Direkur Jenderal Pajak KEP-220/PJ./2002 tentang Perlakuan Pajak Penghasilan Atas Biaya Pemakaian Telepon Seluler Dan Kendaraan Perusahaan. _________. Peraturan Pemerintah Nomor 131 Tahun 2000 tentang Pajak Penghasilan Atas Bunga Deposito Dan Tabungan Serta Diskonto Bank Indonesia. ... Sementara itu, laporan keuangan memiliki peran penting karena dapat digunakan oleh pemerintah untuk menentukan besaran pajak yang harus dibayarkan oleh perusahaan tersebut Irawan, 2017;Apriliawati dan Setiawan, 2017. Selain itu, perusahaan juga dapat menggunakan laporan keuangan ini untuk proses audit apabila perusahaan sudah mulai berkembang, serta dapat digunakan sebagai syarat pengajuan kredit kepada lembaga perbankan. ...Nada Aulia PertiwiHendi Rohendi Setiawan SetiawanThis study aims to know the knowledge of EMKM Convections jeans in Soreang District regarding SAK EMKM, to find out the financial records carried out by EMKM, and to compile a model of EMKM Convection’s financial statements that are under SAK EMKM. In data collection, used snowball sampling and data analysis techniques are carried out through the stages of data reduction, evaluating EMKM’s knowledge of SAK EMKM, evaluating the suitability of the records carried out by EMKM Convection with applicable standards, namely SAK EMKM, seeing the similarity of activities contained in EMKM convection to create a model suitable for all EMKM convection and compile a model of financial statements for EMKM Convections following SAK EMKM. The results showed that the EMKM Convections in Soreang District still did not know about the existence of SAK EMKM, EMKM actors also still did a simple recording, there was no further record up to the preparation of financial statements. Besides, this study also produced a financial statement model for EMKM convections that were by the SAK Perpajakan, Edisi 2 RevisiSukrino AgoesDan EstralitaTrisnawatiAgoes, Sukrino dan Estralita Trisnawati. 2010. Akuntansi Perpajakan, Edisi 2 Revisi. Jakarta Salemba Akuntan IndonesiaIkatan Akuntan Indonesia. 2009. Standar Akuntansi Keuangan. Jakarta Salemba Draft PSAK 46 Pajak PenghasilanIkatan Akuntan IndonesiaIkatan Akuntan Indonesia. 2010. Exposure Draft PSAK 46 Pajak Pelatihan Pajak Terapan Brevet A dan B Terpadu Ikatan Akuntan IndonesiaIkatan Akuntan IndonesiaIkatan Akuntan Indonesia. 2014. Modul Pelatihan Pajak Terapan Brevet A dan B Terpadu Ikatan Akuntan Indonesia. 2014. Susunan Dalam Satu Naskah Undang-Undang PerpajakanTeknik Rekonsiliasi Fiskal untuk Menyusun Laporan Laba Rugi Fiskal tahun 2014 pada PT DAMACO. Tugas Akhir. Politeknik Negeri BandungJasmine AvirianiJasmine Aviriani. 2015. Teknik Rekonsiliasi Fiskal untuk Menyusun Laporan Laba Rugi Fiskal tahun 2014 pada PT DAMACO. Tugas Akhir. Politeknik Negeri Indonesia. Jakarta Salemba EmpatWaluyoWaluyo. 2013. Perpajakan Indonesia. Jakarta Salemba Empat.
PPh25 bagi OPPT = 0,75% x omzet bulanan tiap masing-masing tempat usaha. Wajib Pajak Orang Pribadi Selain Pengusaha Tertentu (WP - OPSPT), yaitu pekerja bebas atau karyawan, yang tidak memiliki usaha sendiri. PPh 25 bagi OPSPT = Penghasilan Kena Pajak (PKP) x Tarif PPh 17 ayat (1) huruf a UU PPh (12 bulan).
$25,500 - $30,9991% of jobs $31,000 - $36,4994% of jobs $36,500 - $41,9999% of jobs $46,500 is the 25th percentile. Salaries below this are outliers.$42,000 - $47,49912% of jobs $47,500 - $52,99916% of jobs The average salary is $57,758 a year$53,000 - $58,49915% of jobs $58,500 - $63,99914% of jobs $66,000 is the 75th percentile. Salaries above this are outliers.$64,000 - $69,49910% of jobs $69,500 - $74,9998% of jobs $77,000 is the 90th percentile. Salaries above this are outliers.$75,000 - $80,4995% of jobs $80,500 - $86,0003% of jobs National Average $25,500 $57,758 /year $86,000 $28 /hour $2,125 - $2,5831% of jobs $2,583 - $3,0424% of jobs $3,042 - $3,5009% of jobs $3,875 is the 25th percentile. Salaries below this are outliers.$3,500 - $3,95812% of jobs $3,958 - $4,41716% of jobs The average salary is $4,813 a month$4,417 - $4,87515% of jobs $4,875 - $5,33314% of jobs $5,500 is the 75th percentile. Salaries above this are outliers.$5,333 - $5,79210% of jobs $5,792 - $6,2508% of jobs $6,416 is the 90th percentile. Salaries above this are outliers.$6,250 - $6,7085% of jobs $6,708 - $7,1673% of jobs National Average $2,125 $4,813 /month $7,167 $28 /hour $490 - $5961% of jobs $596 - $7024% of jobs $702 - $8089% of jobs $894 is the 25th percentile. Wages below this are outliers.$808 - $91312% of jobs $913 - $1,01916% of jobs The average wage is $1,110 a week$1,019 - $1,12515% of jobs $1,125 - $1,23114% of jobs $1,269 is the 75th percentile. Wages above this are outliers.$1,231 - $1,33710% of jobs $1,337 - $1,4428% of jobs $1,480 is the 90th percentile. Wages above this are outliers.$1,442 - $1,5485% of jobs $1,548 - $1,6543% of jobs National Average $490 $1,110 /week $1,654 $28 /hour $ - $ of jobs $ - $ of jobs $ - $ of jobs $ is the 25th percentile. Wages below this are outliers.$ - $ of jobs $ - $ of jobs The average wage is $ an hour$ - $ of jobs $ - $ of jobs $ is the 75th percentile. Wages above this are outliers.$ - $ of jobs $ - $ of jobs $ is the 90th percentile. Wages above this are outliers.$ - $ of jobs $ - $ of jobs National Average $ $28 /hour $ Annual Salary Monthly Pay Weekly Pay Hourly Wage Top Earners $77,000 $6,416 $1,480 $37 75th Percentile $66,000 $5,500 $1,269 $32 Average $57,758 $4,813 $1,110 $28 25th Percentile $46,500 $3,875 $894 $22 How Much Do Accountant Jobs Pay per Hour? Comparison by Location How much does an Accountant make? As of Jun 9, 2023, the average hourly pay for an Accountant in the United States is $ an ZipRecruiter is seeing hourly wages as high as $ and as low as $ the majority of Accountant wages currently range between $ 25th percentile to $ 75th percentile across the United States. The average pay range for an Accountant varies greatly by as much as $ which suggests there may be many opportunities for advancement and increased pay based on skill level, location and years of on recent job posting activity on ZipRecruiter, the Accountant job market in both Ukrainka, UA and throughout the entire state of is not very active as few companies are currently hiring. An Accountant in your area makes on average $32 per hour, or $ 15% more than the national average hourly salary of $ ranks number 1 out of 50 states nationwide for Accountant estimate the most accurate hourly salary range for Accountant jobs, ZipRecruiter continuously scans its database of millions of active jobs published locally throughout your next high paying job as an Accountant on ZipRecruiter today. What are Top 10 Highest Paying Cities for Accountant Jobs We’ve identified 10 cities where the typical salary for an Accountant job is above the national average. Topping the list is San Mateo, CA, with Green River, WY and Johnstonville, CA close behind in the second and third positions. Johnstonville, CA beats the national average by $11,118 and San Mateo, CA furthers that trend with another $15,032 above the $57,758 average. With these 10 cities having average salaries higher than the national average, the opportunities for economic advancement by changing locations as an Accountant appears to be exceedingly fruitful. Finally, another factor to consider is the average salary for these top ten cities varies very little at 9% between San Mateo, CA and Bellevue, WA, reinforcing the limited potential for much wage advancement. The possibility of a lower cost of living may be the best factor to use when considering location and salary for an Accountant role. CityAnnual SalaryMonthly PayWeekly PayHourly WageSan Mateo, CA$72,790$6,065$1,399$ River, WY$70,811$5,900$1,361$ CA$68,876$5,739$1,324$ VA$68,734$5,727$1,321$ CA$68,129$5,677$1,310$ CT$67,304$5,608$1,294$ CA$66,954$5,579$1,287$ MA$66,673$5,556$1,282$ NY$66,528$5,544$1,279$ WA$66,506$5,542$1,278$ What are Top 5 Best Paying Related Accountant Jobs in the We found at least five jobs related to the Accountant job category that pay more per year than a typical Accountant salary. Top examples of these roles include Chief Accountant, Senior Principal Accountant, and Chartered Accountant. Importantly, all of these jobs are paid between $39,440 and $83,830 more than the average Accountant salary of $57,758. If you’re qualified, getting hired for one of these related Accountant jobs may help you make more money than that of the average Accountant position. Job TitleAnnual SalaryMonthly PayWeekly PayHourly WageChief Accountant$141,588$11,799$2,722$ Principal Accountant$114,577$9,548$2,203$ Accountant$108,547$9,045$2,087$ Regulatory Accountant$104,706$8,725$2,013$ Financial Reporting Accountant$97,198$8,099$1,869$ About Our Data ZipRecruiter salary estimates, histograms, trends and comparisons are derived from both employer job postings and third party data sources. Katakunci: akuntansi pajak penghasilan, pajak tangguhan, pajak kini, kewajiban pajak tangguhan, aset pajak tangguhan. Entitas memiliki kewajiban untuk membayar pajak kepada negara sesuai dengan Undang-Undang Pajak Penghasilan. Kewajiban tersebut mengikat untuk semua entitas bisnis (badan atau bentuk usaha tetap) dan individu. Umumnya, bagi sebagian besar lulusan akuntansi menginginkan bekerja di perusahaan kantor akuntan publik KAP yang masuk dalam jajaran big hal tersebut tidaklah sederhana di mana Anda harus memiliki beberapa keterampilan yang mumpuni untuk dapat diterima di perusahaan KAP empat itu, tidak hanya bagi lulusan akuntansi saja yang ingin berkarier di perusahaan KAP terbaik. Namun juga beberapa lulusan ekonomi lainnya juga memiliki kesempatan yang mengetahui lebih jelasnya apa itu KAP big four, artikel LinovHR ini akan membahas mulai dari pengertian, bentuk layanan, hingga hal-hal apa saja yang dibutuhkan untuk menjadi konsultan di KAP empat Big FourApa Saja Bentuk Layanan Perusahaan Big FourDaftar Perusahaan Big FourSyarat untuk Bisa Menjadi Konsultan di Kantor Akuntan Publik Big FourPengertian Big Four KAPSebelum membahas kantor akuntan publik empat besar, ada baiknya untuk mengetahui definisi dari KAP itu sendiri. Kantor akuntan publik atau KAP adalah sebuah badan usaha yang sudah mendapatkan izin resmi dari Menteri Keuangan sebagai saluran untuk akuntan publik dalam menawarkan ini terdapat banyak sekali KAP yang berada di Indonesia, namun terdapat empat besar KAP yang paling banyak diminati orang karena reputasinya yang sangat itu, kantor akuntan publik big four adalah perusahaan akuntansi dan audit yang terbesar di dunia. Mereka adalah Ernst & Young E&Y, PricewaterhouseCoopers PwC, Deloitte Touche Tohmatsu Deloitte, dan Klynveld Peat Marwick Goerdeler KPMG.Perusahaan empat besar tersebut bukan merupakan perusahaan individu di mana mereka dibentuk oleh jaringan perusahaan serta dimiliki dan dikelola secara yang Jadi Sumber Pendapatan Perusahaan Big FourTentunya kantor akuntan publik memiliki beberapa jasa yang dijadikan sebagai sumber pendapatannya. Beberapa sumber pendapatan tersebut, antara lainLayanan audit dan risiko profesional lain seperti keuangan perusahaan dan audit merupakan layanan yang paling utama mereka lakukan. Layanan audit juga merupakan sumber penghasilan yang paling itu, selain audit terdapat layanan konsultasi yang juga tidak kalah menguntungkan dari layanan Juga Tugas dan Tanggung Jawab AuditorSiapa Saja Perusahaan Big Four?Memiliki karier sebagai akuntan di perusahaan empat besar pastinya merupakan hal yang sangat menyenangkan. Namun, Anda perlu mengetahui terlebih dahulu siapa saja perusahaan kantor akuntan publik yang masuk ke dalam jajaran empat beberapa perusahaan KAP yang masuk ke dalam jajaran empat EYEY atau yang dikenal dengan Ernst & Young merupakan salah satu kantor akuntan publik asal Inggris. EY memiliki pendapatan sekitar 34,8 miliar dolar AS atau sekitar Rp489 merupakan perusahaan hasil merger dari sejumlah entitas usaha yaitu Ernst & Whinney dan Arthur Young. Penggabungan kedua perusahaan tersebut terjadi pada 1989 sehingga menghasilkan nama Ernst & Purwantono, Suherman dan Surja merupakan mitra dari KAP Ernst & Young di PwCpwcPricewaterhouseCoopers dikenal dengan sebutan PwC merupakan salah satu KAP yang memiliki total pendapatan terbesar di dunia. Pendapatannya mencapai 41,3 miliar dolar AS atau setara dengan Rp580 merupakan hasil merger dari Price Waterhouse dan Coopers & Lybrand. Di Indonesia, PwC bermitra dengan KAP Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Rekan yang dimulai sejak DeloitteDeloitteDeloitte Touche Tohmatsu Limited atau yang dikenal Deloitte merupakan perusahaan penyedia layanan akuntansi yang sudah cukup tua. Deloitte juga merupakan KAP yang memiliki pendapatan tinggi, sekitar 43,2 miliar dolar AS atau setara Rp607 triliun pada sudah berdiri sejak tahun 1845 di Inggris dan tokoh William Welch Deloitte menjadi sosok kunci dibalik berdirinya KAP melakukan merger dengan dua entitas usaha, yaitu Touche Ross dan Deloitte Haskins & Sells. Di Indonesia, Deloitte diwakili oleh beberapa entitas usaha seperti Satrio Bing Eny & Rekan, Deloitte Touche Solutions, PT Deloitte Konsultan Indonesia, dan KPMGKPMGKPMG merupakan KAP big four yang berpusat di negara Belanda. KPMG berhasil memperoleh pendapatannya sebesar 29 miliar dolar AS atau setara dengan Rp407 merupakan KAP hasil merger antara Peat Marwick International dengan Klynveld Main Goerdeler. Di Indonesia, KPMG bermitra dengan beberapa entitas usaha, seperti Siddharta Widjaja & Rekan, KPMG Advisory Indonesia, serta KPMG Siddharta yang Dibutuhkan untuk Bisa Menjadi Konsultan di Kantor Akuntan Publik Big Four?Agar Anda dapat berkarier di salah satu KAP big four, tentunya harus memenuhi beberapa syarat yang dibutuhkan. Hal ini karena persaingannya cukup kuat mengingat popularitas dan reputasi dari masinh-masing setidaknya terdapat beberapa persyaratan umum bagi Anda yang ingin berkarir menjadi Junior Auditor di salah satu KAP empat besar, yaituNilai IPK yang dari universitas keterampilan wawancara yang baik dan Anda juga harus mengetahui perusahaan mana yang cocok bagi diri Anda dengan melakukan riset terhadap 4 KAP tersebut. Sehingga, Anda dapat memperluas kesempatan untuk berkarir menjadi Auditor di KAP big sedikit ulasan mengenai kantor akuntansi publik KAP big four yang menjadi impian hampir setiap lulusan akuntansi. Semoga artikel ini bermanfaat! bulanke Kantor Pelayanan Pajak dimana bendahara tersebut terdaftar. Pejabat Negara, PNS, Anggota TNI, Polri dan Pensiunannya mempunyai kewajiban untuk melaporkan penghasilan tersebut diatas setiap tahun dengan SPT Tahunan PPh Orang Pribadi. Pajak Penghasilan Pasal 25 . Pajak Penghasilan Pasal 25 Merupakan pajak badan usaha koperasi untuk tahun
JAKARTA – RSM, jaringan kantor akuntan dan konsultan dunia, berhasil membukukan kenaikan pendapatan sebesar 6% sepanjang 2015, jauh di atas rata-rata pertumbuhan industri secara global sebesar 2%.Dengan pertumbuhan kinerja tersebut, RSM berhasil memperkuat dan menaikkan posisinya satu tingkat sebagai jaringan kantor akuntan, konsultan pajak, dan consulting firm keenam terbesar dunia, berdasarkan data yang dirilis oleh International Accounting Bulletin di Februari Executive Partner CEP RSM Indonesia Amir Abadi Jusuf mengatakan sebagai bagian dari network RSM, kenaikan peringkat dunia RSM akan turut mempengaruhi kekuatan berbagai layanan jasa RSM Indonesia, terutama setelah berlakunya Masyarakat Ekonomi Asean MEA.Sebagai sebuah kantor akuntan publik dan konsultan yang terhubung secara global dengan pemahaman yang kuat mengenai Indonesia, ucapnya, RSM Indonesia telah banyak membantu para klien di Indonesia guna merealisasikan kebutuhan mereka untuk tumbuh dan memperluas usaha bukan hanya di Indonesia tapi juga di kancah internasional, melalui pemberian jasa terintegrasi serta lintas batas negara. Dia menilai Indonesia akan semakin memainkan posisi penting dalam perekonomian dunia dan Asean. Dengan populasi penduduk terbesar di Asean dan keempat terbesar dunia, perekonomian Indonesia diproyeksikan akan menjadi perekonomian ke-11 terbesar pada 2030 dan empat besar pada 2050."Kekuatan ekonomi Indonesia ini akan menciptakan banyak perusahaan-perusahaan nasional berskala dunia yang membutuhkan layanan audit, pajak, dan consulting/advisory berkualitas dunia dengan pengetahuan lokal yang kuat, seperti yang dimiliki RSM Indonesia,” jelas Amir Abadi Jusuf dalam keterangan pers yang diterima, Selasa 9/2/2016.Menurut Chief Executive Officer CEO RSM International Jean Stephens, pendapatan jasa berbasis fee jasa tercatat naik 10% di Amerika Serikat dan Eropa, 6% di kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara, 1% di Asia Pasifik, dan 9% di kawasan Amerika jasa dari audit dan jasa akuntansi meningkat 4% menjadi US$2,27 miliar, pendapatan dari konsultasi pajak meningkat 7% menjadi lebih dari US$1,35 miliar, dan dari bisnis consulting/advisory tumbuh 6,9% menjadi US$1,02 miliar."Kami membukukan kinerja sangat positif sepanjang tahun lalu dan kinerja ini menunjukkan posisi RSM semakin menguat. Rebranding pada Oktober 2015 lalu, ketika member firm RSM di seluruh dunia secara serentak menggunakan logo tunggal, telah membuat RSM lebih fokus lagi pada kebutuhan klien, dan semakin mengkomunikasikan kepada klien bahwa kami siap secara global untuk melayani kebutuhan klien di manapun mereka berbisnis,” jelas Jean 2015, RSM telah menambah 11 anggota baru di Bangladesh, Belarus, Bosnia dan Herzegovina, Kolombia, Italia, Mali, Nigeria, Filipina, Sri Lanka, Tajikistan, dan Zimbabwe. RSM saat ini memiliki lebih dari 38 ribu SDM di seluruh dunia dengan 760 kantor di 120 pada awal bulan ini, survei tahunan terhadap jaringan kantor akuntan dan konsultan dunia yang dipublikasikan International Accounting Bulletin menunjukkan bahwa secara global, industri tersebut tumbuh rata-rata sekitar 2% selama tahun 2015, dengan total pendapatan mencapai US$ 162,6 miliar. Di dunia, sepuluh besar network kantor akuntan dan konsultan menyerap 81% pangsa pasar dunia untuk jasa yang diberikan. Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini akuntan publik Editor Yusuf Waluyo Jati Konten Premium Nikmati Konten Premium Untuk Informasi Yang Lebih Dalam
Ubahkebiasaan menjadi penghasilan Luwuk banggai, Luwuk 94711 Koordinat: -0.94886, 122.79103 Telepon: 6281245154526 2. Jl Gn Latimojong 126 D Makassar Kodepos: 9. Alamat dan Nomor Telepon Profil Usaha Kantor Kantor Akuntan Publik Kusnadi Purnomo & Rekan, Papua Ardipura 3 No.58-A, Ardipura, Jayapura Sel., Kota

– Kantor akuntan publik KAP adalah badan usaha yang telah mendapatkan izin dari Menteri Keuangan sebagai wadah bagi akuntan publik dalam memberikan jasanya. Jasa akuntan publik tersebut biasa digunakan oleh perusahaan-perusahaan besar untuk melakukan beberapa tugas, seperti analisis laporan keuangan, audit laporan keuangan, audit pajak, dan sebagainya. Pada tahun 1979 kantor akuntan publik besar dunia berjumlah delapan. Namun, seiring berjalannya waktu, berbagai merger dan adanya permasalahan bisnis menyebabkan kantor akuntan publik tersebut menjadi berjumlah empat saja. Terdapat cukup banyak kantor akuntan publik yang beroperasi di Indonesia. Terlepas dari itu, terdapat empat besar yang banyak diminati orang untuk bekerja di sana. Keempat kantor akuntan publik tersebut yaitu Ernst & Young EY, Deloitte, PricewaterhouseCoopers PWC, dan KPMG. Keempat kantor akuntan publik tersebut membuka kantor di Indonesia sehingga kamu memiliki kemungkinan untuk dapat berkarier di dalamnya. Perusahaan Big 4 KAP Bersumber dari Accountingcoach, perusahaan ini disebut sebagai Big 4 didasarkan pada besaran penetrasi pasar yang dilakukan, revenue yang dihasilkan, serta reputasi yang mereka miliki. Seperti disebutkan sebelumnya, salah satu faktor yang membuat keempat perusahaan tersebut menjadi besar adalah karena adanya merger dan permasalahan-permasalahan lainya, sehingga meninggalkan keempat pemain besar tersebut. Lebih lanjut, bersumber dari Big4 Careerlab, keempat KAP ini juga menjadi besar karena pada dasarnya mereka merupakan gabungan dari beberapa firma, yang membawa bendera yang sama. Dijelaskan pada situs tersebut, bahwa EY di Singapura, memiliki entitas terpisah dengan EY di Indonesia. Meskipun memiliki kesamaan nama, mereka memiliki kebijakan dan struktur tersendiri yang tidak saling terkait satu sama lain. Agar dapat beroperasi di Indonesia, keempat KAP tersebut harus bekerja sama atau berafiliasi dengan KAP yang berada di Indonesia. 1. PwC KAP yang satu ini bisa masuk big 4 karena kesuksesannya dalam mencetak revenue atau penghasilan yang cukup besar. PricewaterhouseCoopers atau PwC menjadi salah satu kantor akuntan publik terbesar di dunia dengan jumlah revenue mencapai 41,3 miliar dolar AS atau Rp580 triliun. Perusahaan ini merupakan hasil merger dua entitas usaha Price Waterhouse dan Coopers & Lybrand. Kedua usaha yang bergabung tahun 1998 ini kemudian berubah nama menjadi PricewaterhouseCoopers. PwC punya jaringan yang tersebar di 158 negara di dunia. Kantor akuntan publik ini berkantor pusat di London, Inggris. Di Indonesia, PwC masuk lewat kerja sama dengan KAP Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Rekan tahun 1990. Saat itu, PwC masih bernama Price Waterhouse, sedangkan KAP Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Rekan masih bernama KAP Drs. Hadi Sutanto & Rekan. 2. EY Selanjutnya adalah kantor akuntan publik asal Inggris bernama Ernst & Young atau EY yang memiliki revenue mencapai 34,8 miliar dolar AS atau Rp489 triliun. Sama seperti PwC, Ernst & Young merupakan hasil merger sejumlah entitas usaha, yaitu Ernst & Whinney dengan Arthur Young. Merger yang terjadi pada 1989 membuahkan nama Ernst & Young. Di Indonesia, Ernst & Young atau EY bermitra dengan Kantor Akuntan Publik KAP Purwantono, Suherman dan Surja. 3. Deloitte Selanjutnya yang juga termasuk dalam big 4 KAP adalah Deloitte. Pada 2018, Deloitte mencatatkan revenue sekitar 43,2 miliar dolar AS atau Rp607 Touche Tohmatsu Limited atau Deloitte bisa dibilang menjadi salah satu penyedia jasa akuntansi yang cukup tua di dunia. Berdiri pada 1845 di London, Inggris, William Welch Deloitte merupakan sosok di balik berdirinya kantor akuntan perjalanannya, Deloitte berubah nama menjadi Deloitte Touche Tohmatsu. Nama ini berasal dari penggabungan dua usaha, yaitu Touche Ross dan Deloitte Haskins & Sells. Nama Tohmatsu diperoleh dari Tohmatsu Aoki & Co yang merger dengan Touche Ross tahun 1975. Di Indonesia, jasa-jasa Deloitte diwakili beberapa entitas. Mulai dari Satrio Bing Eny & Rekan, Deloitte Touche Solutions, PT Deloitte Konsultan Indonesia, KJPP Lauw & Rekan, Hermawan Juniarto & Partners, dan PT Deloitte Consulting. 4. KPMG Perusahaan terakhir pada daftar ini adalah KPMG. Kantor akuntan publik yang memiliki kantor pusat di Belanda ini diketahui memperoleh penghasilan atau revenue sebesar 29 miliar dolar AS atau Rp407 triliun. KAP ini merupakan hasil merger antara Peat Marwick International dan Klynveld Main Goerdeler. Sejak merger pada 1 Januari 1987, KAP ini kemudian dikenal dengan nama KPMG. Di Indonesia, KPMG diwakili beberapa entitas usaha, mulai dari Siddharta Widjaja & Rekan, KPMG Advisory Indonesia, hingga KPMG Siddharta Advisory Oleh Muhammad Zulfani Akmal NIM 202010170311336 Universitas Muhammadiyah Malang

Perhitunganpajak penghasilan (PPh) pasal 23 berkaitan dengan beberapa pendapatan pasif seperti dividen, bunga pinjaman, royalti dan hadiah. Badan usaha tetap; Perwakilan perusahaan luar negeri; Wajib pajak orang pribadi seperti akuntan, arsitek, dokter, notaris. Kantor akuntan publik masraffi mendapatkan pekerjaan melakukan audit di PT

The Big Four adalah sebutan yang disematkan kepada empat pemberi jasa akuntansi terbesar di dunia. Saking besarnya, keempat kantor akuntan publik tersebut punya nama yang mentereng lho di dunia korporasi. Oh, iya ngomong-ngomong udah tahu belum apa itu akuntan publik? Buat kamu yang belum familiar, akuntan publik adalah akuntan profesional yang menawarkan jasanya kepada perusahaan-perusahaan di bawah izin Kementerian Keuangan. Jasa yang diberi kantor akuntan publik meliputi jasa audit, penjaminan assurance, perpajakan, konsultasi manajemen, advisory, aktuaria, hingga keuangan korporasi. Malahan dalam pasar modal, akuntan publik disewa perusahaan terbuka buat memeriksa laporan keuangan perusahaan dan memberi opini pada laporan keuangan tersebut. Akuntan publik bakal menilai apakah laporan keuangan wajar atau gak. Kembali ke The Big Four, siapa aja kantor akuntan publik yang digolongkan paling besar di dunia? Dikutip dari Wikipedia, inilah daftarnya. Baca juga Ira Koesno, Mantan Akuntan yang Sering Jadi Moderator Debat Pilpres 1. Deloitte Kantor akuntan publik tersohor di dunia salah satunya Deloitte, Ilustrasi/Shutterstock. Kantor akuntan publik yang satu ini bisa masuk The Big Four karena kesuksesannya dalam mencetak revenue atau penghasilan yang sangat besar. Pada 2018, Deloitte mencatatkan revenue sekitar US$ 43,2 miliar atau Rp 607 triliun. Deloitte Touche Tohmatsu Limited atau Deloitte bisa dibilang menjadi salah satu penyedia jasa akuntansi cukup tua di dunia. Berdiri pada 1845 di London, Inggris, William Welch Deloitte merupakan sosok di balik berdirinya kantor akuntan ini. Dalam perjalanannya, Deloitte berubah nama menjadi Deloitte Touche Tohmatsu. Nama ini berasal dari penggabungan dua usaha, yaitu Touche Ross dan Deloitte Haskins & Sells. Nama Tohmatsu diperoleh dari Tohmatsu Aoki & Co yang merger dengan Touche Ross tahun 1975. Di Indonesia, jasa-jasa Deloitte diwakili beberapa entitas. Mulai dari Satrio Bing Eny & Rekan, Deloitte Touche Solutions, PT Deloitte Konsultan Indonesia, KJPP Lauw & Rekan, Hermawan Juniarto & Partners, dan PT Deloitte Consulting. Baca juga Perjalanan Inspiratif Jahja Setiaatmadja, dari Akuntan Hingga Jadi Bos BCA 2. PricewaterhouseCoopers PricewaterhouseCoopers merupakan salah satu kantor akuntan publik tersohor di dunia, Ilustrasi/Shutterstock. Di urutan kedua ada PricewaterhouseCoopers atau PwC yang menjadi kantor akuntan publik terbesar di dunia. Jumlah revenue yang dicatatkan PwC mencapai US$ 41,3 miliar atau Rp 580 triliun. PricewaterhouseCoopers atau PwC merupakan hasil merger dua entitas usaha Price Waterhouse dan Coopers & Lybrand. Kedua usaha yang bergabung tahun 1998 kemudian berubah nama menjadi PricewaterhouseCoopers. PwC punya jaringan yang tersebar di 158 negara di dunia. Kantor akuntan publik ini berkantor pusat di London, Inggris. Di Indonesia, PwC masuk lewat kerja sama dengan KAP Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Rekan tahun 1990. Saat itu PwC masih bernama Price Waterhouse, sedangkan KAP Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Rekan masih bernama KAP Sutanto & Rekan. 3. Ernst & Young Ernst & Young merupakan salah satu kantor akuntan publik tersohor di dunia, Ilustrasi/Shutterstock. Di urutan selanjutnya, lagi-lagi diisi kantor akuntan publik asal Inggris yaitu Ernst & Young. Berkat revenue yang besarannya mencapai US$ 34,8 miliar atau Rp 489 triliun. Penyedia jasa akuntan terbesar di dunia ini bisa masuk daftar The Big Four. Sama seperti PwC, Ernst & Young merupakan hasil merger sejumlah entitas usaha, yaitu Ernst & Whinney dengan Arthur Young. Merger yang terjadi pada 1989 membuahkan nama Ernst & Young. Di Indonesia, Ernst & Young atau EY bermitra dengan Kantor Akuntan Publik KAP Purwantono, Suherman dan Surja. Cukup banyak korporasi Indonesia yang menggunakan jasanya, seperti Bank BRI, Krakatau Steel, Indofood, hingga PT Telekomunikasi Indonesia. 4. KPMG KPMG salah satu kantor akuntan publik yang tersohor, Ilustrasi/Shutterstock. Di urutan terakhir, ada KPMG yang masuk dalam jajaran The Big Four. kantor akuntan publik yang berpusat di Belanda ini diketahui memperoleh penghasilan atau revenue sebesar US$ 29 miliar atau Rp 407 triliun. Kantor akuntan publik atau KAP ini juga merupakan hasil merger antara Peat Marwick International dan Klynveld Main Goerdeler. Sejak merger pada 1 Januari 1987, KAP ini kemudian dikenal dengan nama KPMG. Di Indonesia, KPMG diwakili beberapa entitas usaha. Mulai dari Siddharta Widjaja & Rekan, KPMG Advisory Indonesia, hingga KPMG Siddharta Advisory. Nah, itu tadi keempat kantor akuntan publik terbesar di dunia yang masuk dalam jajaran The Big Four. Reputasi mereka yang telah terbangun selama puluhan tahun menjadikan KAP-KAP tersebut begitu populer di dunia. Jadi, gak usah heran kalau jasa mereka digunakan banyak korporasi. Jika kamu memiliki pertanyaan seputar asuransi, bisnis, masalah keuangan, hingga masalah hukum, tanyakan saja ke para ahli di Tanya Lifepal! MAKALAHPENGANTAR AKUNTANSI. Kegiatan perusahaan berjalan terus dari periode satu ke periode yang lain dengan volume dan laba yang berbeda. Masalah yang timbul adalah pengakuan dan pengalokasian ke dalam periode tertentu dimana dibuat laporan keuangan. Laporan keuangan ini harus dibuat tepat pada waktunya agar berguna bagi manajemen dan kreditur. ylaporan laba rugi untuk tahun yang berakhir 31 desember 2015 (dalam rp, ribuan penuh) penghasilan dari usaha dalam negeri : penjualan retur penjualan (954.852.000) potongan penjualan (545.987.000) penjualan netto 18.504.815.000 harga pokok penjualan (14.654.879.000) f ekspansi 209 laba bruto 3.849.936.000 biaya usaha 18OfG.
  • 9v04mtm631.pages.dev/820
  • 9v04mtm631.pages.dev/551
  • 9v04mtm631.pages.dev/674
  • 9v04mtm631.pages.dev/893
  • 9v04mtm631.pages.dev/608
  • 9v04mtm631.pages.dev/484
  • 9v04mtm631.pages.dev/835
  • 9v04mtm631.pages.dev/650
  • penghasilan usaha kantor akuntan